
SURABAYA, iNiBlitar.com — Peringatan dini dari BMKG Juanda, Jawa Timur. Sejumlah wilayah di Jawa Timur mengalami masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau selama sepekan ke depan 22-28 April 2024. Akibatnya, bencana hidrometeorologi mengancam 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, putting beliun, hingga hujan es,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan dikutip, Rabu (24/4/2024).
Menurut dia, terdapat gangguan gelombang ekuatorial Rossby dan MJO yang mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang massif di wilayah Jawa Timur. Hampir semua kabupaten/kota di Jawa Timur terdampak cuaca ekstrem. “Masyarakat diminta senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin, hujan disertai petir selama sepekan ke depan,” ujarnya.
Wilayah yang diprakirakan mengalami cuaca ekstrem antara lain, Kab Pacitan, Kab/Kota Madiun, Kab Ngawi, Kab Trenggalek, Kab Tulungagung, Kab/Kota Kediri, Kab Nganjuk, Kab Bojonegoro, Kab Tuban, Kab Lamongan, Kab Gresik, Kota Surabaya, Kab Sidoarjo, Kab/Kota Pasuruan, Kab/Kota Malang, Kota Batu, Kab/Kota Blitar, Kab Jombang, Kab/Kota Mojokerto, Kab/Kota Probolinggo, Kab Lumajang, Kab Bondowoso, Kab Situbondo, Kab Banyuwangi, Kab Bangkalan, Kab Sumenep, Kab Pamekasan, Kab Sampang.
Pusat Krisis Kementerian Kesehatan menyampaikan sejumlah tips menghadapi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk memperkuat imun dalam tubuh. Tujuannya agar terhindar berbagai penyakit penyerta musim hujan seperti DBD, Flu, hingga Diare yang dapat mengganggu aktivitas harian.
Selain memberikan perlindungan terhadap tubuh, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kemungkinan banjir akibat cuaca ekstrem, antara lain menyiapkan makanan dan minuman; obat-obatan pribadi dan P3K; pakaian ganti dan perlengkapan mandi untuk menghindari penggunaan secara bersamaan apabila berada di lokasi pengungsian; surat-surat penting; dan masker cadangan. “Apabila sewaktu-waktu terdapat bencana banjir bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tulis keterangan resmi dikutip Rabu (24/4/2024).



Tinggalkan Balasan