
BLITAR, iNiBlitar.com – Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar kini menyediakan fasilitas kamar sekelas hotel bagi orang tua yang menjenguk anak-anak mereka di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Langkah ini menunjukkan perhatian besar Muhammadiyah terhadap kesejahteraan keluarga anak binaan.
Ketua PDM Kota Blitar, Lukiarto, mengatakan penyediaan kamar ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi orang tua yang datang dari jauh. “Kami menyiapkan dua kamar sekelas hotel di Perguruan Muhammadiyah. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan orang tua yang menjenguk anaknya yang sedang berada di LPKA Blitar,” ujarnya pada Selasa (23/7/2024).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan kamar ini dilakukan oleh Ketua PDM Kota Blitar Lukiarto,SKM , Ketua MPKS Joko Nurbatin, dan Kepala LPKA Kelas I Blitar Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Giyono. Penandatanganan ini disaksikan oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno SH SIK, ormas, dan stakeholder di Kota Blitar.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Lukiarto,SKM menambahkan, dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kunjungan keluarga dapat berlangsung lebih nyaman dan tenang, sehingga anak-anak binaan di LPKA Blitar juga dapat merasakan dukungan moral yang lebih baik dari keluarga mereka.
MoU antara PDM Kota Blitar dan LPKA Blitar mencakup berbagai kerjasama dalam bidang pembinaan anak, termasuk penyediaan fasilitas penginapan untuk orang tua yang menjenguk anaknya. ”Di LPKA ada 106 anak binaan, mayoritas warga di luar Kota Blitar. Sebanyak 105 warga di luar Blitar, yang satu anak warga Kabupaten Blitar,” jelas Joko Nurbatin.
Menurut Joko, bila orang tua anak yang ada di LPKA Blitar tidak mampu, PDM Kota Blitar juga menyediakan layanan antar-jemput dari Perguruan Muhammadiyah di Jalan Cokroaminoto ke LPKA Blitar di Jalan Bali. “Keberadaan kamar tidur yang nyaman ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi orang tua, terutama yang datang dari luar kota, sehingga mereka bisa lebih fokus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka selama proses pembinaan,” kata Joko.


Tinggalkan Balasan