Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena pidato atau program kerja, melainkan karena aksi jogetnya mengikuti irama DJ Tari Pacu Jalur yang tengah viral di media sosial.

____

Lewat akun Instagram resminya, @gibran_rakabuming, Wapres Gibran mengunggah video dirinya menari dengan gaya khas pemandu Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau. Dengan latar musik DJ remix Pacu Jalur yang sedang hits di jagat maya, Gibran tampak santai bergoyang mengikuti irama. Dalam keterangan unggahannya, ia menulis:

“Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singingi, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia. Berbagai klub besar dan pemengaruh dunia turut merayakannya.”

Unggahan itu langsung menyedot perhatian. Dalam waktu singkat, ribuan komentar membanjiri kolom unggahan. Ada yang mendukung, namun tak sedikit pula yang mencibir.

“Wapres terbaik sepanjang sejarah 😍,” tulis salah satu pengguna.

“Setelah lihat reels-mu, yang benci bakal makin panas dan pengin makzulin kamu, Mas Wapres 😂,” komentar lainnya.

“LANJUTKAN, DIHINA TIDAK TUMBANG, DIPUJI TIDAK PANTAS 😂,” tulis netizen yang lain.

Namun, ada juga komentar bernada sinis. “Yah, ada lu jadi gak asik,” dan “Hina sekali beliau ini,” tulis pengguna lainnya.

Meski menuai pro-kontra, aksi Gibran ini memperlihatkan satu hal penting: kekuatan diplomasi budaya di era digital. Konten bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan kearifan lokal Indonesia ke dunia global.

Pacu Jalur sendiri bukan sekadar perlombaan perahu. Ia adalah warisan budaya tak benda, bagian dari identitas masyarakat Riau, dan simbol kerja sama serta semangat juang. Melalui platform digital, tradisi ini kini mendapatkan panggung lebih luas.

Gibran mungkin bergoyang, tapi pesan budayanya jelas: Indonesia punya tradisi yang layak dirayakan dunia.