Direktur Eksekutif Indopol Survei Ratno Sulistyanto. Foto:samudrafakta

KABUPATEN BLITAR, iNiBlitar.com — Tukang survei Pilpres kebingungan saat menyurvei warga mataraman (Kediri, Blitar, Tulungagung, Madiun, Ponorogo, dan Pacitan). Rata-rata responden dan kelurahan di kawasan tersebut enggan menjawab atau mengisi survei karena takut tidak diberi bansos.

“Misalnya di Kabupaten Blitar, ada 85 persen mengatakan tidak menjawab (memilih paslon mana). Undecided voter-nya tinggi sekali. Kami lihat Kediri, undecided voter-nya 40 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indopol Survei Ratno Sulistyanto melansir laman samudrafakta, Selasa (30/1/2024).

Menurut Ratno, sejumlah responden di Jawa Timur menolak untuk mengisi survei karena alasan tekanan atau intimidasi. Fakta tersebut, menyebabkan pemilih yang belum menentukan pilihannya atau undecided voter sangat tinggi di Jatim.

Karena adanya kendala teknis di lapangan itulah Indopol tidak bisa merilis survei terkait elektabilitas capres-cawapres periode 8 –  15 Januari 2024. Survei tersebut dilakukan terhadap 1.240 responden di 38 provinsi di Indonesia.