KOTA BLITAR, iNiBlitar.com –”Terwujudnya Kota Blitar Keren, Unggul, Makmur, dan Bermartabat”. Itulah visi dari Pemerintah Kota Blitar yang pada 1 April 2024, memperingati hari jadi ke-118 tahun. Apa jadinya bila kalimat visi Kota Blitar dijadikan image menggunakan Artifisial Inteligensi (AI). Hasilnya seperti foto-foto dalam artikel ini. Kota terlihat agung dengan pesona Gedung ala kolonial yang megah. Sejarah berdirinya Kota Blitar dimulai pada 1723.

Tapi secara resmi berdirinya Kota Blitar dimulai pada 1 April 1906. Alkisah, seperti dilansir laman resmi Kota Blitar, pada fase “kepemimpinan” Djoko Kandung, atau Adipati Ariyo Blitar III, pada sekitar tahun 1723 dan di bawah Kerajaan Kartasura Hadiningrat pimpinan Raja Amangkurat, Blitar jatuh ke tangan penjajah Belanda.

Karena Raja Amangkurat menghadiahkan Blitar sebagai daerah kekuasaannya kepada Belanda yang dianggap telah berjasa membantu Amangkurat dalam perang saudara termasuk perang dengan Ariyo Blitar III yang berupaya merebut kekuasaannya. Blitar pun kemudian beralih kedalam genggaman kekuasaan Belanda, yang sekaligus mengakhiri eksistensi Kadipaten Blitar sebagai daerah pradikan. 

Penjajahan di Blitar berlangsung dalam suasana serba menyedihkan karena memakan banyak korban, baik nyawa maupun harta dan akhirnya rakyat Blitar pun kemudian bersatu padu dan bahu membahu melakukan berbagai bentuk perlawanan kepada Belanda. Dan untuk meredam perlawanan rakyat Blitar, pada tahun 1906 pemerintahan kolonial Belanda mengeluarkan sebuah Staatsblad van Nederlandche Indie Tahun 1906 Nomor 150 tanggal 1 April 1906, yang isinya adalah menetapkan pembentukan Gemeente Blitar.