Inovasi yang kedua Aminah Hearing Center. Menurut dr Mutia, hearing center untuk melayani pasien-pasien dengan gangguan di telinga. Selain fungsi diagnostik, Aminah hearing center juga terintegrasi dengan terapi rehabilitatifnya, yaitu terapi wicara oleh dr spesialis rehap medik. “Yang ketiga Aminah Neurodiagnostik Center, Pasiean yang mengalami gangguan persarafan seperti kejang bisa memeriksan diri,” tandasnya.

Direktur RSI Aminah Kota Blitar dr. Mutia Farah FDF, Sp.A, M.Kes menjelaskan inovasi yang dilakukan rumah sakit yang dipimpinnya.
Inovasi yang keempat yang diluncurkan adalah fasilitas kartu RSI Aminah. Kartu VIP ini diberikan kepada pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Blitar Raya. Peluncuran kartu ini ditandai dengan pemberian Kartu VIP kepada Wali Kota Blitar dan Forkopimda yang hadir di lokasi acara.
Ketua PDM Kota Blitar Lukiarto SKM menyambut baik inovasi yang dilakukan RSI Aminah. Dia berharap rumah sakit semakin berkembang dan mampu memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kotaa Blitar. “Saya mohon dukungan dan kemudahan perizinan kepada Wali Kota Blitar agar RSI Aminah semakin berkembang pada masa datang. Semua persyaratan sudah kami penuhi, tinggal kliknya dari pak Wali Kota,” kata Lukiarto pada saat memberi sambutan.
Wali Kota Blitar Santoso memberi apresiasi atas inovasi yang dilakukan RSI Aminah. Pemerintah Kota Blitar juga telah berupaya maksimal dalam melayani Kesehatan masyarakat. Dari seluruh anggaran Kota Blitar yang menempati ranking pertama adalah bidang Pendidikan dan kesehatan. “Kota Blitar sudah tiga kali mendapatkan apresiasi sebagai kota sehat swasti saba wistara,” tukas Santoso.
Santoso akan mendukung rencana pengembangan RSI Aminah. Apa yang dilakukan RSI Aminah, juga dilakukan kampus Universitas Islam Balitar. “Insya Allah, percayalah inna a’malu binniyat. Kita selalu membantu upaya-upaya pengembangan (RSI Aminah dan Unisba) sekalipun masa jabatan saya tersisa setahun lagi,” kata Wali Kota Santoso.



Tinggalkan Balasan