OMC dijadwalkan berlangsung dari 30 Mei hingga 10 Juni 2024 dengan empat posko utama di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Operasi ini didukung oleh empat pesawat CASA 212 milik TNI AU dari Lanud Abdul Rahman Saleh Malang. Setiap posko bertanggung jawab mengisi waduk-waduk di wilayah jangkauannya masing-masing.
Dalam operasi ini, TNI AU juga menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). TMC dilakukan dengan menyemai 2,4 ton garam NaCl di atmosfer wilayah Selat Sunda, Lampung, dan bagian barat Pulau Jawa. Tujuan penyemaian ini adalah untuk mengurangi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Operasi ini merupakan langkah proaktif dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Dengan memastikan ketersediaan air yang vital bagi pertanian dan kehidupan sehari-hari, BMKG dan TNI AU berusaha meminimalkan dampak negatif musim kemarau dan cuaca ekstrem.
“Pelaksanaan OMC ini sejalan dengan arahan Menteri PUPR sebagai proyek percontohan untuk operasi modifikasi cuaca di waduk-waduk lain di seluruh Indonesia. Selain mengantisipasi kekeringan, OMC mendukung program ketahanan pangan pemerintah,” tambah Dwikorita.



Tinggalkan Balasan