JAKARTA, iNiBlitar.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (8/12/2024).

Dilansir laman BMKG, berikut sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem.

Aceh: Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi melanda Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Nagan Raya.

Bali: Kondisi serupa diperkirakan terjadi di Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Tabanan, serta Kota Denpasar.

Bangka Belitung: Waspada hujan lebat dan angin kencang di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang.

Banten: Cuaca ekstrem diperkirakan melanda Kabupaten Pandeglang, Serang, Tangerang, serta Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

Bengkulu: Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kaur, Kepahiang, Mukomuko, Seluma, dan Kota Bengkulu juga diperkirakan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Jakarta: Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi terjadi di Jakarta Barat, Pusat, Selatan, dan Timur.

Jawa Barat: Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diperkirakan melanda Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Sukabumi, dan perairan sekitarnya.

Jawa Timur: Potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kabupaten Banyuwangi, Blitar, Jember, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, serta Kota Blitar dan Madiun.

Kalimantan Barat: Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi terjadi di Kabupaten Ketapang, Melawi, Sekadau, dan Sintang.

Kalimantan Selatan: Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.

Kalimantan Tengah: Potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang melanda Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, dan Murung Raya.

Lampung: Waspada cuaca ekstrem di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Pesisir Barat, Tulang Bawang, dan Kota Bandar Lampung.

Nusa Tenggara Barat: Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Kota Bima, dan Kota Mataram diperkirakan menghadapi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Nusa Tenggara Timur: Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan terjadi di Kabupaten Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

Pengaruh Bibit Siklon Tropis 91S

BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten, yang diperkirakan memengaruhi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada 6–8 Desember 2024. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa bibit siklon ini berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat, kilat/petir, serta angin kencang di Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek.

Di perairan selatan Selat Sunda, angin kencang diperkirakan mencapai kecepatan 15–25 knot (27–46 km/jam). Selain itu, gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia, khususnya di selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Gelombang lebih tinggi, hingga 4 meter, diprediksi melanda perairan Bengkulu-Enggano, Lampung, dan Selat Sunda bagian selatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti puting beliung, banjir, dan tanah longsor, serta dampak lain seperti pohon tumbang dan jalan licin,” ujar Dwikorita di Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Dampak Suspect Area di Laut Timor

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan adanya suspect area di Laut Timor, sebelah selatan Maluku Barat Daya, yang berpotensi berkembang menjadi bibit siklon tropis. Wilayah ini terpantau memiliki kecepatan angin maksimum 10–15 knot (19–28 km/jam) dengan tekanan rendah hingga 1005 hPa.

Dampak suspect area ini diperkirakan meliputi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi terkini dari BMKG dan mengikuti arahan terkait kesiapsiagaan bencana.