Delapan tahun setelah kejadian tragis, kasus kematian model asal Belanda, Ivana Smit, akhirnya bakal diselidiki ulang. Pengadilan Malaysia memutuskan untuk buka lagi penyelidikan, setelah ibune Ivana menang gugatan terhadap polisi.

____________________

Ceritane, jenazah Ivana ditemukan telanjang di balkon lantai enam salah satu apartemen mewah di Kuala Lumpur, Malaysia, Desember 2017. Padahal, Ivana disebut jatuhnya dari lantai 20, usai semalam kencan bareng pasangan suami istri warga Amerika Serikat.

Pasangan tersebut, Alexander Johnson – yang dikenal sebagai bos Bitcoin – bareng bojonya, ngaku sempat melakukan hubungan intim bertiga sama Ivana sebelum kejadian. Informasi ini dikutip dari laporan media People.

Sebelumnya, tahun 2019, pihak koroner Malaysia—petugas medis yang ditunjuk menyelidiki– menyebut kematian Ivana sebagai kecelakaan. Ora ono bukti tindak kriminal, katanya. Tapi ibune Ivana ora terima. Dia langsung ajukan banding.

Masih tahun yang sama, pengadilan tinggi Malaysia membatalkan putusan koroner. Hakime ngomong, lek kematian Ivana kemungkinan besar akibat “perbuatan seseorang”. Dari situlah kasus ini mulai bergulir lagi.

Ibune Ivana terus berjuang. Tahun 2020, dia nuntut Inspektur Jenderal Polisi Malaysia. Alasane? Polisi dianggap sembrono, ora serius nyelidiki kematian anaknya.

Akhire, Selasa (29 Juli) wingi, perjuangane ibune Ivana membuahkan hasil. Hakim Roz Mawar Rozain netepno bahwa polisi kudu buka ulang penyelidikan. Ora mung kuwi, pengadilan juga mènèhi ganti rugi senilai 1,1 juta ringgit Malaysia – kurang luwih Rp3,8 miliaran.

“Putusan iki penting, jadi pengingat buat polisi lan pihak berwajib, nek nyelidiki kasus kematian kudu serius. Ora iso sembrono,” ujare pengacara ibune Ivana, Datuk Sankara Nair.

Saiki, polisi diwajibno laporan ke Jaksa Agung Malaysia saben telung wulan soal perkembangan penyelidikan anyar iki.

Sembilan tahun setelah duka, ibune Ivana akhirnya bisa narik napas lega. Perjuangan kanggo golek keadilan kanggo putrine, ora sia-sia.