Poster bernuansa merah muda dan hijau memenuhi lini masa media sosial dalam beberapa hari terakhir. Hampir semua orang membicarakan 17+8 Tuntutan Rakyat. Dari influencer papan atas, hingga warganet biasa, kompak mengunggah poster yang sama.

__________

Jerome Polin, Andovi da Lopez, JS Khairen, sampai Cania Citta Fathia termasuk di barisan awal yang menyebarkannya. Efeknya cepat. Tagar itu langsung trending.

Tapi, bagaimana asal-usulnya? Salah satu penggagas, Abigail Limuria, membuka cerita. Menurutnya, 17+8 Tuntutan Rakyat bukan muncul tiba-tiba. Dokumen itu lahir dari kumpulan aspirasi yang sudah lama bersuara, baik lewat aksi jalanan maupun dunia maya.

“Suara publik sering terfragmentasi, sementara respons negara cenderung koersif. Jadi, kami berusaha merangkum inti tuntutan agar lebih fokus dan jelas,” ujar Abigail kepada Kompas.com, Rabu (3/9/2025). Isinya berlapis. Dari 211 organisasi masyarakat sipil, PSHK, YLBHI, sampai mahasiswa kenotariatan UI. Ditambah lagi aspirasi jutaan orang yang menulis komentar dan membagikan Instagram Story. Bahkan, petisi daring 12 Tuntutan Rakyat Menuju Reformasi Transparansi & Keadilan di Change.org yang sudah ditandatangani lebih dari 40 ribu orang ikut diserap.

Tuntutan buruh pada demo 28 Agustus, pernyataan Center for Environmental Law & Climate Justice UI, juga masuk dalam dokumen. Abigail menegaskan, rangkuman itu tidak dimaksudkan untuk menyingkirkan forum atau sikap resmi organisasi. “Kami hanya menyatukan inti agar publik lebih mudah memahami,” katanya. Prosesnya pun tidak asal. Ia bersama rekan-rekan membaca dokumen relevan, berdiskusi dengan pakar hukum, serta mendengar masukan dari aktivis gerakan sosial.“Semangat utamanya sederhana. Mengembalikan suara rakyat ke tengah panggung,” ucap Abigail.

Selain isi, simbol warna juga menarik perhatian. Brave Pink diambil dari sosok perempuan berjilbab pink yang berani menghadang polisi di depan DPR/MPR, 28 Agustus. Sedangkan Hero Green merujuk pada ojek online, khususnya Affan Kurniawan, driver Gojek yang tewas terlindas rantis Brimob pada hari yang sama.“Iya, pink itu dari ibu berjilbab pink. Hijau untuk ojol,” ungkap Abigail.

Warganet kemudian mengembangkan simbol itu lebih jauh. Anang (28), salah satunya, membuat generator foto otomatis bernuansa pink-hijau. “Visual penting banget buat gerakan. Sama seperti simbol semangka untuk Palestina,” jelasnya. Kini, poster 17+8 Tuntutan Rakyat bertebaran di mana-mana. Bukan sekadar trending, tapi sudah menjelma jadi simbol. Suara rakyat, yang biasanya tercecer, kini coba bersatu lewat dua warna: pink dan hijau.***