Tren foto profil brave pink dan hero green kini viral di media sosial. Warganet tidak hanya mengikuti tren warna, tetapi juga mengekspresikan keberanian, solidaritas, dan dukungan terhadap perjuangan rakyat.

_______________

Brave pink terinspirasi dari ibu berjilbab pink yang berani menghadapi aparat saat demonstrasi 28 Agustus 2025. Sementara hero green berasal dari jaket driver ojek online, sebagai penghormatan bagi almarhum Affan Kurniawan, yang tewas akibat terlindas rantis Brimob dalam aksi tersebut.

Selain itu, publik juga mengenal resistance blue, warna biru perlawanan yang populer sejak 2024. Ketiga warna ini kini menjadi simbol perjuangan rakyat dan erat kaitannya dengan gerakan 17+8 Tuntutan Warga.

Menurut Fajar Junaedi, Pakar Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), warna berperan penting sebagai identitas kolektif baik di ruang digital maupun dalam aksi massa.

“Biru resistensi bisa ditelusuri dari visual peringatan darurat dengan latar biru tua dan garuda putih. Dalam banyak gerakan rakyat, biru menjadi simbol perlawanan sekaligus harapan. Di Indonesia, istilah Resistance Blue mewakili mereka yang menyuarakan keadilan dan menentang ketidakadilan,” jelas Fajar, Kamis (4/9).

Selain itu, muncul simbol Pink Berani (Brave Pink), berawal dari viralnya foto seorang ibu berhijab pink saat demonstrasi. “Warna pink yang identik dengan kelembutan, kini menjadi simbol keberanian. Warganet menggunakan latar pink di foto profil sebagai bentuk solidaritas,” tambahnya.

Tragedi seorang pengemudi ojek online yang meninggal akibat terlindas kendaraan taktis juga melahirkan simbol Hijau Pahlawan (Hero Green). Warna hijau ini dipandang sebagai representasi semangat dan pengorbanan pahlawan.

Fajar menambahkan, ketiga warna—Resistance Blue, Brave Pink, dan Hero Green—membangun narasi visual kuat di kampanye digital. Generasi Z dan milenial, baik secara sadar maupun karena FOMO, menggunakannya sebagai identitas kolektif di dunia maya.

Hasil riset Håkan Johansson dan Gabriella Scaramuzzino dalam New Media and Society (2022) menunjukkan media sosial memungkinkan gerakan netroots memobilisasi sumber daya digital dengan cepat dan melimpah. Namun, Fajar menekankan, kelimpahan ini menuntut konsistensi, layaknya burung Phoenix yang terus menemukan bentuknya agar tetap relevan.

“Fenomena buzzer dan influencer justru menjadi antitesis gerakan warganet. Pemaknaan simbol dan visual warna ini menunjukkan adanya daya resistensi organik yang tumbuh di masyarakat,” pungkas Fajar dikutip dari laman Muhammadiyah.

Cara Membuat Brave Pink

Bagi pengguna yang ingin mengikuti tren ini, bisa memanfaatkan generator online karya developer Indonesia, Anang (@marjono_). Cukup kunjungi https://brave-pink-hero-green.lovable.app/, pilih foto, dan unduh hasil edit otomatis dengan efek duotone pink-hijau.

Fenomena brave pink dan hero green menunjukkan bagaimana simbol visual kini dimanfaatkan masyarakat sebagai bentuk protes digital. Tren ini juga memperkuat semangat kebersamaan di tengah situasi politik yang terus memanas.***