Gunung Kelud yang menjulang di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, mencatat sejarah panjang sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Seperti apa sejarahnya?

_______________

Sejak abad ke-11 Masehi, masyarakat mencatat lebih dari 30 letusan Gunung Kelud, yang mengubah lanskap dan kehidupan sekitarnya. Karakter utama Kelud tetap konsisten: letusan eksplosif singkat namun dahsyat, sering diperparah oleh danau kawah yang memicu aliran lahar mematikan, menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Letusan Era Kerajaan (1000 – 1800 M)

Pada masa ini, masyarakat mencatat aktivitas Kelud melalui naskah kuno dan bukti geologis (Smithsonian Institution – Global Volcanism Program/GVP).

  • 1000 M – Sejarawan mencatat letusan pertama Gunung Kelud.

  • 1190 – 1785 – Beberapa letusan tercatat, namun masyarakat tidak mendokumentasikan dampak secara rinci.

  • 1334 M – Mpu Prapanca menulis dalam Nagarakretagama tentang kelahiran Raja Hayam Wuruk, bersamaan dengan aktivitas Kelud (arsip sejarah Jawa kuno).

  • 1586 M (VEI 5) – Letusan paling mematikan era ini menewaskan lebih dari 10.000 orang. Sejarah mencatat skala VEI 5 sebagai erupsi kataklismik (PVMBG, GVP).

Letusan Era Kolonial dan Awal Kemerdekaan (Abad ke-19 dan ke-20)

Sejak abad ke-19, ilmuwan dan pemerintah kolonial mencatat aktivitas Gunung Kelud dengan lebih sistematis. Masyarakat mencatat korban jiwa akibat aliran lahar dan hujan abu tebal (BNPB, arsip surat kabar Belanda, PVMBG).

Tanggal VEI Dampak Utama Sumber
1826 4 Letusan besar melanda wilayah sekitar. PVMBG
1848 3 Letusan menengah memaksa warga mengungsi sementara. PVMBG
22-23 Mei 1901 3-4 Letusan tengah malam memicu hujan abu hingga Sukabumi. Dentuman terdengar hingga Pekalongan. Arsip Belanda, GVP
19-20 Mei 1919 4 Letusan paling mematikan abad ke-20 menewaskan 5.160 orang. Aliran lahar dari danau kawah (~40 juta m³) menyapu puluhan desa. Pemerintah membangun terowongan drainase Ampera untuk mitigasi risiko. PVMBG, BNPB, Jurnal Geologi
31 Agustus 1951 4 Letusan eksplosif menewaskan 7 petugas pengamat. Kawah terdalam bertambah 70 meter. PVMBG, Arsip Media
26 April 1966 4 Letusan menewaskan lebih dari 210 orang. Terowongan drainase baru dibangun untuk mengurangi volume danau kawah. PVMBG, BNPB
10 Februari 1990 4 Letusan selama 45 hari memuntahkan 57,3 juta m³ material vulkanik. Hujan abu tebal meruntuhkan atap rumah dan menewaskan 32 orang. PVMBG, BNPB

Letusan Era Modern (Abad ke-21)

Abad ke-21 menunjukkan Kelud kembali eksplosif meski sempat efusif pada 2007. PVMBG, BNPB, dan media nasional mencatat setiap aktivitas.

Tanggal VEI Dampak Utama Sumber
Okt-Nov 2007 1-2 Gunung Kelud memuntahkan magma perlahan membentuk kubah lava besar. Danau kawah nyaris hilang, muncul “anak gunung” baru. PVMBG
13 Februari 2014 4+ Letusan paroksismal menghancurkan kubah lava 2007. Kolom abu 17-26 km mengganggu aktivitas pulau Jawa. Tujuh bandara ditutup, sebagian jalan lumpuh. Evakuasi efektif menekan korban jiwa menjadi 4 orang. PVMBG, BNPB, Kompas, Tempo

Sejarah panjang letusan Gunung Kelud membuktikan bahwa siklus erupsi terus berulang dengan potensi bahaya tinggi. Masyarakat, ilmuwan, dan pemerintah belajar dari setiap peristiwa untuk meningkatkan mitigasi bencana dan memperkuat ilmu vulkanologi di Indonesia.

Sumber utama data: PVMBG, GVP, BNPB, jurnal ilmiah (Neliti, Google Scholar), arsip media nasional dan sejarah.***