Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang pascaletusan Rabu (19/11/2025) kian mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu enam jam pada Kamis (20/11/2025) siang hingga sore, gunung api itu tercatat meletus hingga 34 kali!
_____________
Data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan lonjakan signifikan pada kegempaan Semeru. Petugas PVMBG, Wahyu Wijayanto, A.Md., melaporkan bahwa Semeru (3676 mdpl) sedang dalam fase erupsi intens.
Ratusan Kali Getaran Terekam
Periode pengamatan 12:00–18:00 WIB merekam serangkaian gempa yang menunjukkan suplai energi dari dalam:
-
34 kali gempa Letusan/Erupsi, dengan amplitudo $11-22$ mm.
-
15 kali gempa Guguran, menandakan material lava terus meluncur dari puncak.
-
6 kali gempa Hembusan.
Peringatan Lahar Dingin: Ada Gempa Getaran Banjir!
Satu temuan penting adalah terekamnya 1 kali gempa Getaran Banjir dengan durasi super panjang, mencapai $6829$ detik.
Hal ini menjadi sinyal keras bahaya potensi lahar dingin di lereng Semeru, mengingat intensitas hujan yang mungkin terjadi.
Peringatan Keras PVMBG untuk Warga
Menyikapi kondisi ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat untuk menjaga keselamatan warga di sekitar Gunung Api Semeru Lumajang:
-
Dilarang Keras di Sektor Tenggara: Jangan lakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh $20$ kilometer dari puncak Semeru. Ini adalah Zona Merah Awan Panas.
-
Jauhi Sempadan Sungai: Di luar batas $20$ km, warga tetap harus menjauh $500$ meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
-
Waspada Pijar Batu: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius $8$ Km dari kawah/puncak karena rawan lontaran batu pijar.
PVMBG juga mewanti-wanti potensi lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Warga diminta patuh pada arahan petugas untuk menjamin jarak aman Semeru.***



Tinggalkan Balasan