Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tancap gas memperkuat ekonomi kerakyatan pada awal 2026. Melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi perdana tahun ini, Pemprov Jatim sukses menjalin sinergi dengan Provinsi Jawa Tengah dan mencatatkan komitmen transaksi fantastis senilai Rp3,152 triliun.
_______________
Acara yang dipusatkan di Ballroom PO Hotel Semarang, Kamis (29/1/2026) ini, menjadi bukti nyata kekuatan konektivitas perdagangan domestik. Hingga pukul 17.00 WIB, nilai transaksi terus merangkak naik hingga menyentuh angka Rp3.152.408.358.000.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa misi dagang ini bukan sekadar ajang jual beli, melainkan langkah strategis integrasi rantai pasok antarwilayah.
“Matur nuwun semuanya, ini sinergi yang luar biasa. Dari business matching yang dilakukan, terlihat adanya kebutuhan yang bersifat komplementer. Jawa Timur butuh produk Jateng, begitu juga sebaliknya,” ujar Khofifah.
Secara rinci, total transaksi tersebut terdiri dari:
-
Jatim Jual: Rp2.759.547.585.000
-
Jatim Beli: Rp296.860.773.000
-
Jatim Investasi: Rp96.000.000.000 (Sektor Perumahan)
Komoditas Unggulan: Dari Rokok hingga Sapi
Produk Jatim yang membanjiri pasar Jateng didominasi oleh sektor peternakan, pangan, dan industri. Komoditas seperti rokok, beras, kopi, pakan ikan, daging ayam/sapi, hingga benih tebu menjadi primadona.
Bahkan, transaksi terbesar diraih oleh Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan kedua provinsi dengan nilai mencapai Rp1,13 triliun per tahun. Selain itu, sektor gula melalui PT Sinergi Gula Nusantara juga mencatatkan angka Rp300 miliar.
Sebaliknya, Jatim juga menyerap produk unggulan Jateng seperti kayu bulat, cengkeh, tembakau, hingga produk unik seperti biji carica dan sambal pecel. Pola ini memastikan truk pengangkut logistik memiliki “muatan berangkat” dan “muatan balik” yang seimbang.
Jatim Sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional
Keberhasilan misi dagang ini memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Berdasarkan data Triwulan III-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,22%, melampaui rata-rata nasional (5,04%).
“Kita semua punya kekuatan dan kelemahan. Kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi agar bisa tumbuh dan sejahtera bersama,” tutur Khofifah.
Hingga Januari 2026, Pemprov Jatim tercatat telah menggelar 49 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total nilai komitmen mencapai Rp30,52 triliun.
Penandatanganan Kerja Sama
Misi dagang ini juga diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta organisasi dunia usaha seperti Kadin, HIPMI, IWAPI, hingga Gekrafs dari kedua provinsi.
Hadir mendampingi Gubernur Khofifah dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen beserta jajaran kepala perangkat daerah terkait.***



Tinggalkan Balasan