Kegiatan rombongan Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba dan Dewan Adat Nasional Republik Indonesia nyekar ke makam Bung Karno di Kota Blitar menjadi sorotan warganet.
Hal itu terjadi setelah beredar video dan foto dan rombongan Elim Tyu Samba nyekar duduk manis di kursi, tepat di samping Makam Bung Karno. Padahal selama ini, sekelas Presiden Joko Widodo atau Presiden Prabowo kalau nyekar ke makam sambil lesehan. Video tersebut diunggah oleh Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba ke Fanpage Facebook, dilihat pada Rabu (4/3/2026).
Dalam video tersebut diberi keterangan, rombongan Dewan Adat Nasional RI dipimpin Sultan Sepuh Pangeran Heru R. Arianatareja, S.Psi., M.H., yang datang bersama sejumlah jajaran. Agenda kunjungan di Kota Blitar antara lain melakukan silaturahmi sekaligus berziarah ke Makam Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Namun, momen ziarah tersebut memicu perbincangan di media sosial ketika diunggah warganet di Info Warga Blitar.
Sejumlah warganet menyoroti adanya kursi yang digunakan saat berada di area makam Bung Karno. Dalam foto dan video yang beredar, terlihat salah satu tamu duduk di kursi saat prosesi ziarah berlangsung.
Perbincangan itu salah satunya muncul di grup Facebook Info Warga Blitar. Seorang anggota grup menuliskan komentar bernada kritik terkait penggunaan kursi saat ziarah di makam tokoh bangsa tersebut.
“Halah-halah koyok raja ae dadak gae kursi. Wong-wong seng kedudukane luwih duwur e ndisek rono yo lesehan. Malah luwih sae lesehan. Baru kali ini orang ziarah kubur duduk manis pakai kursi,” tulisnya.
Komentar lain juga menyebut tindakan tersebut dinilai kurang pantas dilakukan di area makam Bung Karno.
“Kurang sopan di makam Bung Karno, tampak kurang etis etikanya,” tulis warganet lainnya di kolom diskusi.
Sejumlah netizen menilai bahwa tradisi ziarah di Makam Bung Karno selama ini biasanya dilakukan dengan berdiri atau duduk bersila di lantai sebagai bentuk penghormatan. Karena itu, keberadaan kursi di area makam menjadi perhatian tersendiri bagi sebagian masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak rombongan terkait penggunaan kursi tersebut.
Sementara itu, aktivitas ziarah di Makam Bung Karno merupakan agenda yang kerap dilakukan tokoh masyarakat, pejabat negara, hingga peziarah umum saat berkunjung ke Kota Blitar.
Kompleks Makam Bung Karno sendiri menjadi salah satu destinasi sejarah dan wisata religi utama di Blitar. Setiap hari, kawasan ini dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin mengenang jasa Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.***



Tinggalkan Balasan