Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI di Kota Blitar, Selasa (21/4/2026), berlangsung tertib meski sempat muncul kekhawatiran terkait kestabilan jaringan internet. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah siswa diminta menyiapkan smartphone untuk kebutuhan tethering apabila koneksi mendadak tersendat.
Dalam praktik di lapangan, opsi tethering menjadi solusi darurat agar ujian berbasis digital tetap dapat berjalan tanpa gangguan berarti. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan TKA yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Blitar bersama Dewan Pendidikan.
Kegiatan monev digelar pada Selasa (21/4/2026), dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Dindin Alinurdin, bersama Anggota Dewan Pendidikan Ki Saiful Rifai dan H Karsum, serta didampingi Kasi Kurikulum dan Penilaian Vitra Suwardani.
Sejumlah sekolah yang dipantau antara lain SDN Karang Tengah 4, SDK Yos Sudarso, dan SDN Sentul I. Secara umum, pelaksanaan TKA di sekolah-sekolah tersebut berjalan lancar, tertib, dan seluruh siswa mengikuti ujian hingga selesai.
Anggota Dewan Pendidikan Kota Blitar, Ki Saiful Rifai, menjelaskan bahwa penggunaan HP untuk tethering dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan jaringan internet. “Adanya kekhawatiran internet tidak stabil atau lemot, maka siswa disarankan membawa HP untuk tethering. Ini jadi catatan penting ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski pelaksanaan TKA berjalan baik, ketergantungan pada jaringan internet masih menjadi titik rawan yang perlu dievaluasi lebih lanjut.
Keterbatasan Laptop Jadi Sorotan
Selain persoalan jaringan internet, keterbatasan perangkat juga menjadi perhatian tim monev. Tidak semua sekolah memiliki laptop yang cukup untuk mendukung pelaksanaan TKA berbasis digital. Akibatnya, sejumlah perangkat milik guru turut dipinjamkan agar pelaksanaan ujian tetap dapat berjalan sesuai kebutuhan teknis di lapangan. “Memang ada keterbatasan laptop di sekolah, sehingga beberapa perangkat milik guru ikut digunakan,” kata H Karsum.
Tim monev menilai stabilitas jaringan internet dan ketersediaan perangkat perlu menjadi prioritas ke depan agar pelaksanaan asesmen tidak lagi bergantung pada solusi darurat seperti tethering maupun peminjaman perangkat.
“Semangat sekolah luar biasa. Namun ke depan, dukungan jaringan internet yang stabil dan ketersediaan perangkat harus menjadi perhatian serius,” ujar Ki Saiful Rifai.
Meski diwarnai sejumlah catatan teknis, pelaksanaan TKA SD/MI di tiga sekolah tersebut tetap berlangsung lancar hingga selesai dengan tingkat kehadiran siswa yang penuh. Hasil monev ini akan menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan Kota Blitar untuk memperkuat kesiapan sistem ujian berbasis digital pada pelaksanaan berikutnya.***



Tinggalkan Balasan