Musibah yang menimpa rombongan santri Pondok Muhammadiyah Markaz Qurani (MMQ) Kediri di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, menyisakan duka mendalam. Di tengah proses pencarian putrinya yang belum ditemukan usai terseret ombak, sikap tenang ayah korban, Ustaz Dhika Rahardja, justru membuat banyak orang terharu.

“Jika akhirnya Allah menghadiahkan saya hal yang lain, saya akan menerimanya dengan senang hati. Saya membayangkan putri saya sedang di atas dipan yang bagus sambil makan buah-buahan dari surga. Allah lagi-lagi sayang-sayangnya sama kami,” ujar Ustaz Dhika Rahardja, dikutip dari unggahan Instagram Ustaz Rifky Ja’far Thalib, Jumat (12/6/2026).

Unggahan tersebut viral di media sosial dan memancing doa serta simpati dari ribuan warganet. Banyak yang mengaku tersentuh dengan ketabahan sang ayah di tengah musibah yang menimpa keluarganya.

Akun Instagram @rifkyjafarthalib.official juga menuliskan kesaksiannya setelah bertemu Ustaz Dhika.

“Aku tahu hatinya hancur, aku pernah kehilangan. Tapi malam ini, di mana sang buah hati belum jelas di mana raganya setelah terseret ombak dari siang tadi, sang ayah masih bisa cerita sambil senyum dan optimis,” tulis Rifky Ja’far Thalib.

“Malah kami yang seperti dihibur. Sehat-sehat Ustaz Dika hafidzahullah, sosok ayah yang luar biasa,” lanjutnya.

Terseret Ombak Saat Outing Class

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat rombongan santri Pondok Muhammadiyah Markaz Qurani mengikuti kegiatan camping dan outing class di kawasan Pantai Pangi, Kamis (11/6/2026).

Pengajar Pondok MMQ, Sapran Hamid, mengatakan rombongan berangkat sejak Rabu (10/6/2026) sore. Sebanyak 25 santri mengikuti kegiatan tersebut dan menginap di wilayah Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Keesokan harinya, rombongan menuju Pantai Pangi. Namun sekitar pukul 10.58 WIB, pendamping di lokasi melaporkan adanya insiden santri terseret ombak saat bermain di area tepi pantai.

“Awalnya dilaporkan tiga santri terseret arus. Dua anak berhasil diselamatkan warga dan nelayan setempat, sedangkan satu anak lainnya sampai sekarang masih dalam pencarian,” ujar Sapran.

Dua korban yang berhasil selamat sempat mendapatkan penanganan medis karena mengalami sesak napas dan menggigil setelah terlalu lama berada di laut.

Korban Masih Dalam Pencarian

Berdasarkan Laporan Cepat Bidang Kesehatan Kabupaten Blitar, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung.

Petugas kesehatan mencatat seorang santri perempuan berusia 10 tahun berhasil dievakuasi ke UPT Puskesmas Bakung dalam kondisi sadar. Setelah menjalani penanganan medis, kondisi korban dilaporkan stabil.

Sementara seorang santri perempuan berusia 9 tahun hingga Jumat masih dalam proses pencarian tim gabungan.

Pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Blitar, Basarnas, Polsek Bakung, Koramil setempat, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Blitar, relawan kebencanaan, nelayan, serta warga sekitar.

Petugas MDMC Kota Blitar, Sumari, mengatakan tim diterjunkan untuk membantu asesmen awal dan mendukung koordinasi pencarian di lokasi kejadian.

Namun, tingginya gelombang dan kuatnya arus laut selatan menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban.

Santri Lain Dipulangkan karena Syok

Sapran mengatakan sebagian besar santri lainnya telah dipulangkan ke Kediri karena masih mengalami syok akibat kejadian tersebut. “Kami berharap korban segera ditemukan. Saat ini fokus kami mendampingi anak-anak dan keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai selatan, terutama ketika kondisi ombak dan arus laut sedang tinggi.***