Sejumlah wilayah di Jawa Timur mengalami suhu udara yang cukup dingin dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pengamatan suhu minimum periode 30 Juni 2026 pukul 07.01 WIB hingga 1 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, kawasan Bromo di Kabupaten Probolinggo menjadi daerah dengan suhu terendah, yakni mencapai 8,2 derajat Celsius.

Data tersebut dirilis oleh Stasiun Klimatologi (Staklim) Jawa Timur, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang mencatat fenomena udara dingin atau yang dikenal masyarakat sebagai “bediding” mulai dirasakan di sejumlah daerah selama musim kemarau.

Berdasarkan data Staklim Jawa Timur BMKG, berikut lima wilayah dengan suhu minimum terendah di Jawa Timur:

  1. Automatic Weather Station (AWS) Bromo, Kabupaten Probolinggo: 8,2 derajat Celsius.
  2. Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang: 12,4 derajat Celsius.
  3. Stasiun Geofisika (Stageof) Pasuruan Tretes: 12,6 derajat Celsius.
  4. AWS Kota Batu: 13,8 derajat Celsius.
  5. AWS Karangan, Kabupaten Trenggalek: 14,7 derajat Celsius.

Suhu minimum terendah tercatat di AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rekor suhu terdingin di lokasi yang sama, yakni 2,5 derajat Celsius yang terjadi pada 28 Agustus 2023.

Bediding Masih Berpotensi Terjadi

Menurut Staklim Jawa Timur BMKG, fenomena suhu dingin pada malam hingga pagi hari masih berpotensi terjadi seiring dominasi musim kemarau di wilayah Jawa Timur.

Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah, kelembapan udara yang rendah, serta berkurangnya tutupan awan. Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hingga dini hari sehingga suhu udara menjadi lebih dingin pada pagi hari.

Fenomena tersebut merupakan kejadian alam yang umum terjadi setiap musim kemarau dan bukan merupakan tanda cuaca ekstrem.

Dampak Bediding bagi Masyarakat

Meski terjadi hampir setiap tahun, bediding tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi sejumlah sektor kehidupan.

Pada sektor kesehatan, suhu dingin dapat memicu gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit tertentu.

Di sektor pertanian, suhu rendah di daerah dataran tinggi berpotensi memicu terbentuknya embun es atau frost yang dapat merusak tanaman hortikultura dan sayuran.

Sementara itu, pada sektor peternakan, suhu dingin yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan stres pada ternak dan meningkatkan risiko penyakit.

BMKG Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

Staklim Jawa Timur BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dataran tinggi, untuk menjaga kondisi kesehatan dan menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam maupun pagi hari.

Perhatian juga perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti balita dan lansia yang lebih mudah terdampak oleh penurunan suhu udara.

Selain itu, petani dan peternak diimbau untuk mengantisipasi dampak suhu dingin terhadap tanaman dan hewan ternak agar kerugian dapat diminimalkan.***