Keindahan pantai selatan terlihat jelas dari atas bukit. Tampak campground Songgo Langit berada di atas pebukitan.
Foto:Tangkapan Layar Youtube @Jejak Sang Adam.

BLITAR, iNiBlitar.com — Pagi yang cerah membawa semangat bagi para petualang sejati. Pantai Pudak di Blitar, Jawa Timur, menjadi tujuan kami kali ini. Saya, Adam, dari channel youtube @Jejak Sang Adam, memulai perjalanan ini dengan penuh antusiasme. Dalam video ini, saya akan mengajak Anda mengeksplorasi keindahan Pantai Pudak dari ketinggian, menikmati pemandangan 360 derajat yang memukau.

Perjalanan dimulai dari pusat kota Blitar, menempuh sekitar 44 kilometer ke arah timur selatan, atau sekitar satu setengah jam dengan kendaraan pribadi. Pantai Pudak terletak di Dusun Banyu Urip, Desa Adipuro, Kecamatan Wonotirto. Rute menuju lokasi cukup menantang, namun pemandangan yang menanti di ujung perjalanan sungguh sepadan. Google Maps menjadi sahabat setia dalam perjalanan ini. Cukup ketik “Songgo Langit Campground” atau “Pantai Pudak Blitar” dan Anda akan diarahkan ke lokasi yang tepat.

Setibanya di Pantai Pudak, kami disambut dengan gapura selamat datang dan area parkir yang luas. Mobil dan motor bisa diparkir dengan aman di sini. Dari parkiran, kami harus berjalan menanjak sedikit untuk mencapai area camping di atas bukit. Jalur menuju bukit ini masih berupa tanah yang agak lengket dan berbatu kapur, jadi hati-hati jika membawa kendaraan offroad.

Sesampainya di atas bukit, pemandangan yang disuguhkan sungguh menakjubkan. Bukit ini menawarkan pemandangan 360 derajat, memperlihatkan hamparan lautan luas dan perbukitan hijau. Suasana yang sepi dan tenang menambah kesan damai di tempat ini. Kami memilih tempat untuk mendirikan tenda, tepat di samping jalur beton yang kosong. Dari sini, kita bisa melihat matahari terbenam di ufuk barat, menciptakan momen magis yang sulit dilupakan.

Malam pun tiba, dan kami menyalakan api unggun untuk menghangatkan diri. Makan malam sederhana dengan nasi, mie, dan dadar jagung terasa begitu nikmat di tengah alam terbuka. Tidak lama kemudian, teman saya, Koirul Anam, datang bergabung. Ternyata, saya tidak jadi camping sendirian. Pak Imam, penjaga kebersihan Pantai Pudak, juga mampir untuk memastikan semua dalam keadaan baik. Kebersamaan ini menambah kehangatan di malam yang dingin.

Pagi harinya, kami bangun sebelum matahari terbit untuk menikmati sunrise. Langit mulai merona dengan warna-warna indah. Kami pun menyiapkan kopi dan roti bakar sebagai sarapan, sembari menikmati keindahan alam yang terpampang di depan mata. Pemandangan dari atas bukit ini begitu mempesona, dengan ombak yang menghantam pantai dan langit biru yang cerah.