Video viral soal pungutan parkir wisata di sekitar Masjid Ar Rahman, Kota Blitar, memicu gelombang reaksi warganet. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, seorang wisatawan mengeluhkan tarif parkir minibus yang disebut mencapai Rp20 ribu.

____________

Video yang diunggah akun Instagram Info Blitar tersebut langsung menuai komentar pedas dari publik, utamanya warga Blitar sendiri. Mereka menyayangkan mahalnya tarif parkir yang dinilai memberatkan wisatawan dan mencoreng citra kota.

“Bih, bih, ngisin-ngisini Blitar ae koe ki wong… wis sukur wisatane berkembang, malah mok pateni dewe nek parkiran,” tulis seorang pengguna media sosial dalam kolom komentar dikutip pada Rabu (6/8/2025).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Info Blitar (@infoblitar)

Tak hanya soal tarif, warganet juga menyoroti sikap juru parkir yang dinilai terlalu memaksa. Seorang pengunjung bahkan membagikan pengalaman saat didatangi pengamen yang disebut “mekso njaluk duwit” alias memaksa meminta uang meski sudah ditolak.

“Masjid lo iki. Kok ra wedi kenek karmo,” celetuk netizen lain yang mempertanyakan etika pungutan di tempat ibadah.

Unggahan itu kemudian menyeret akun media sosial resmi milik Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin. Tak sedikit yang menandai atau menyenggol akun tersebut sambil menuntut adanya tindakan tegas.

“Piye kiro-kiro rencanamu ngadepi modelan ky ngene iki @masibinofficial @pemkotblitar?” tulis salah satu akun.

Istilah “Kota 1000 Parkir” pun muncul sebagai bentuk sindiran, menggambarkan keresahan publik akan pungutan liar yang kerap muncul di banyak titik wisata. Bahkan di sekitar ATM Bung Karno pun disebut-sebut ada petugas parkir liar yang tetap meminta bayaran, meski hanya berhenti sejenak.

Warganet berharap Pemkot Blitar segera turun tangan, menertibkan praktik parkir liar dan memberlakukan tarif yang manusiawi serta transparan di area wisata.