Ketua PDM Kota Blitar Lukiarto S.K.M menyerahkan cenderamata kepada Ketua PCNU Kota Blitar Dr Kh Habib Bawafi di Kantor PCNU Kota Blitar, Sabtu (9/12/2023). Foto:IST

KOTA BLITAR, iNiBlitar.com – Tahapan Pemilu 2024 sudah memasuki musim kampanye. Para kandidat sudah memasang baliho, banner, dan pasang iklan di media sosial, untuk menggaet pemilih pemula termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Di tengah-tengah musim kampanye Pemilu 2024, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar tiba-tiba berkunjung ke kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Pertemuan antara NU dan Muhammadiyah digelar di Aula Kantor PCNU Kota Blitar, Jalan Cisadane, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Sabtu (9/12/2023). “Karena pada dasarnya Muhammadiyah dan NU itu bersaudara, karena kalau dirunut tokoh pendiri Muhammadiyah dan pendiri NU menimba ilmu di guru yang sama,” ungkap Lukiarto S.K.M, Ketua PD Muhammadiyah Kota Blitar menjelaskan tujuan kedatangan PDM ke kantor PCNU dilansir dari laman blitarberkemajuan.id, Minggu (10/12/2023).

Rupanya tidak ada motif politik. Kedatangan rombongan PDM berjumlah 9 orang tersebut dalam menyambung silaturahmi. PDM Kota Blitar di bawah kepemimpinan Lukiarto baru sekitar tiga bulan menjalankan roda organisasi. Karena itu, maksud kedatangan rombongan PDM dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara NU dan Muhammadiyah. “Termasuk ketika kita memilih kalimat silaturrahim, saya kira juga tidak salah. Karena memang pada kita semua bermula dari satu ibu, yaitu hawa.” imbuh Luki.

Rombongan PD Muhammadiyah Kota Blitar disambut oleh Ketua Tanfidziyah PCNU, Dr KH Habib Bawafi, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar, KH Muhtar Lubby beserta 11 pengurus PC NU Kota Blitar. Lukiarto berkesempatan memperkenalkan satu per satu anggota PDM Kota Blitar kepada PCNU Kota Blitar. “Karena sudah perkenalan, nanti kalau bertemu di jalan mari kita saling tegur sapa.” pungkasnya.

Ketua Tanfidziyah, Habib Bawafi menyambut baik silaturahmi ini. Menurut dia, mengundang dan mengumpulkan pengurus-pengurus NU setelah shalat Ashar tidaklah mudah karena mayoritas pengurus mengasuh Madrasah Diniyah. “Tapi alhamdulillah, hari ini kita menunjukkan kekompakan, seperti ada magnet persaudaraan. Pengurus-pengurus PCNU Kota Blitar kompak hadir sore ini.” turutnya.

Habib Bawafi menjelaskan, NU dan Muhammadiyah sejatinya memiliki tujuan yang sama, yaitu dakwah Islam dan sosial kemasyarakatan. Pun berazas yang sama, UUD 1945 dan Pancasila. “Maka sudah sepatutnya jika NU dan Muhammadiyah menjalin sinergitas untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandasnya.

Rais Syuriah PCNU KH Muhtar Lubby menuturkan hubungan di tingkat pemuda antara NU-Muhammadiyah pernah terjalin erat. Menurut dia, dahulu terdapat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), gabungan antara Pemuda Anshar dan Pemuda Muhammadiyah yang bernama Jagad Bersinar. Kata “Jagad” mewakili NU dan kata “Bersinar” mewakili Muhammadiyah.“Saya kira perkumpulan positif itu bisa digiatkan kembali sebagai bentuk sinergitas Pemuda Anshor dan Pemuda Muhammadiyah.” terangnya.

Muhtar Lubby menegaskan bahwa Muhammadiyah dan NU memiliki peranan yang sangat penting dalam berdakwah, utamanya di Kota Blitar. “Mari kita saling bahu membahu dan kuatkan sinergitas mewujudkan misi dakwah itu, sehingga Kota Blitar semakin islami,” imbuh pria yang akrab disapa Gus Lubby itu.