Fakta Kursi Keperawanan
Setelah mengetahui kursi keperawanan secara singkat, sebaiknya Anda juga harus mengetahui fakta-fakta seputar kursi keperawanan sebagai berikut:
- Kursi Keperawanan Mengencangkan otot-otot kewanitaan
Masyarakat awam menganggap penggunaan Emsella chair bisa mengembalikan keperawanan. Benarkah demikian? Kebanyakan orang menganggap keperawanan berkaitan dengan selaput dara yang robek ketika pertama kali berhubungan intim. Robekan ini menyebabkan perdarahan. Faktanya, tidak semua wanita memiliki selaput dara yang utuh. Perlu Anda ketahui bahwa selaput dara bisa robek akibat aktivitas bersepeda, berkuda, dan lain-lain. Jadi, munculnya anggapan kursi keperawanan bisa mengembalikan keperawanan tentunya tidak benar. Emsella chair hanya berfungsi untuk mengencangkan otot-otot kewanitaan, seperti otot panggul dan otot serviks.
- Efek samping yang bisa muncul
Efek samping penggunaan kursi keperawanan terbilang minim, bahkan hampir tidak ada. Sebab, Anda hanya tinggal duduk sesuai waktu yang telah ditetapkan. Prosedur ini tergolong non-invasif, artinya prosedur tidak melibatkan pembedahan. Anda masih berpakaian lengkap dan tidak memerlukan obat-obatan khusus. Efek yang mungkin muncul selama tindakan berlangsung adalah munculnya kesemutan. Perlu Anda ketahui, alat ini menggunakan teknologi high intensity focused electromagnetic energy (HIFEM). Teknologi ini mampu merangsang dan memperkuat semua otot dasar panggul. Melansir Clinical Trials, teknologi HIFEM dapat menginduksi kontraksi otot dasar panggul yang dalam. Penggunaannya sama dengan 11.200 kali latihan Kegel. Setiap sesi terdiri dari 28 menit. Selama sesi ini, Anda akan duduk dengan nyaman di kursi keperawanan yang akan menghasilkan kontraksi otot dasar panggul.



Tinggalkan Balasan