
Kursi keperawanan sempat viral di media sosial karena dianggap mampu mengembalikan keperawanan seorang gadis. Benarkah demikian? Kursi keperawanan sejatinya adalah alat medis yang diberi nama Emsella chair. Alat berupa kursi ini umum digunakan sebagai terapi pengobatan inkontinensia urine.
Seperti dilansir dari laman Dokter Sehat Kementerian Kesehatan, inkontinensia urine adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa mengontrol kandung kemih (buang air kecil). Hal ini menjadi masalah umum yang sangat memalukan. Karena penderita bisa mengompol saat batuk atau bersin. Salah satu pengobatan yang dianggap mengatasi kondisi tersebut adalah kursi keperawanan atau Emsella chair.
Sydey Pelvic Clinic menjelaskan emsella adalah pilihan pengobatan bagi pria dan wanita yang telah didiagnosis dengan dasar panggul yang lemah. Kursi khusus ini berguna bagi pasien yang perlu memperkuat area panggul untuk mengatasi kondisi kesehatan panggul, seperti inkontinensia atau disfungsi seksual. Kursi keperawanan ini berfungsi mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh dasar panggul yang lemah.
The Urology Partnership menjelaskan manfaat dari kursi keperawanan, antara lain:
- Kursi keperawanan memperbaiki dan mengencangkan dasar panggul sehingga mampu mengontrol buang air kecil.
- Menguatkan otot-otot dasar panggul untuk meningkatkan kepuasan seksual dan kemampuan mencapai orgasme. Hasil dapat diamati setelah satu kali sesi perawatan. Hasil ini akan meningkat selama menjalani perawatan.
- Prosedur tanpa tindakan pembedahan sehingga tidak membutuhkan waktu pemulihan.
- Selama menjalani perawatan, Anda akan tetap menggunakan pakaian lengkap. Anda dapat kembali melakukan aktivitas setelah melakukan perawatan kursi keperawanan.
- Prosedur cukup santai, Anda bisa sambil membaca buku atau mengobrol. Rasa sakit pun tidak ada.
Fakta Kursi Keperawanan
Setelah mengetahui kursi keperawanan secara singkat, sebaiknya Anda juga harus mengetahui fakta-fakta seputar kursi keperawanan sebagai berikut:
- Kursi Keperawanan Mengencangkan otot-otot kewanitaan
Masyarakat awam menganggap penggunaan Emsella chair bisa mengembalikan keperawanan. Benarkah demikian? Kebanyakan orang menganggap keperawanan berkaitan dengan selaput dara yang robek ketika pertama kali berhubungan intim. Robekan ini menyebabkan perdarahan. Faktanya, tidak semua wanita memiliki selaput dara yang utuh. Perlu Anda ketahui bahwa selaput dara bisa robek akibat aktivitas bersepeda, berkuda, dan lain-lain. Jadi, munculnya anggapan kursi keperawanan bisa mengembalikan keperawanan tentunya tidak benar. Emsella chair hanya berfungsi untuk mengencangkan otot-otot kewanitaan, seperti otot panggul dan otot serviks.
- Efek samping yang bisa muncul
Efek samping penggunaan kursi keperawanan terbilang minim, bahkan hampir tidak ada. Sebab, Anda hanya tinggal duduk sesuai waktu yang telah ditetapkan. Prosedur ini tergolong non-invasif, artinya prosedur tidak melibatkan pembedahan. Anda masih berpakaian lengkap dan tidak memerlukan obat-obatan khusus. Efek yang mungkin muncul selama tindakan berlangsung adalah munculnya kesemutan. Perlu Anda ketahui, alat ini menggunakan teknologi high intensity focused electromagnetic energy (HIFEM). Teknologi ini mampu merangsang dan memperkuat semua otot dasar panggul. Melansir Clinical Trials, teknologi HIFEM dapat menginduksi kontraksi otot dasar panggul yang dalam. Penggunaannya sama dengan 11.200 kali latihan Kegel. Setiap sesi terdiri dari 28 menit. Selama sesi ini, Anda akan duduk dengan nyaman di kursi keperawanan yang akan menghasilkan kontraksi otot dasar panggul.
- Semua orang bisa menggunakan kursi keperawanan
Faktanya tidak semua orang boleh menggunakan Emsella chair. Ada sejumlah kondisi yang melarang Anda menggunakan alat ini, di antaranya: Menstruasi. Kehamilan. Menggunakan alat kontrasepsi (KB spiral). Selain beberapa kondisi di atas, bagi penderita epilepsi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum menjalani perawatan ini.
- Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan manfaatnya
Tujuan terapi menggunakan kursi keperawanan adalah untuk mengencangkan otot dasar panggul. Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasilnya? Sebagian besar orang memerlukan enam sesi dalam tiga minggu untuk melihat hasil yang optimal. Sementara itu, kebanyakan orang melihat dan merasakan hasilnya setelah hanya melakukan dua atau tiga kali sesi perawatan. Setelahnya, Anda juga bisa langsung kembali beraktivitas seperti biasa.
- Penggunaannya masih kontroversi
Meskipun alat ini diklaim dapat mengatasi inkontinensia urine dan meningkatkan kualitas seksual seseorang, penggunaan kursi keperawanan masih terbilang kontroversial. Selain itu, penelitian terkait khasiat Emsella chair masih sangat terbatas. Maka dari itu, perawatan ini tidak dianjurkan untuk mengatasi kondisi terkait. Jadi, pasien lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai tindakan medis yang akan dijalani. Dengan begitu, risiko kesehatan pun tidak akan muncul.
Demikian fakta kursi keperawanan yang ternyata tidak bisa mengembalikan keperawanan. Semoga bermanfaat.



Tinggalkan Balasan