BLITAR, iNiBlitar.com – Panen raya padi sehat di Kelurahan Klampok, Kota Blitar, mencapai puncaknya pada Minggu, 2 Juni 2024. Sejak Rabu, 29 Mei 2024, para petani telah memulai panen yang menghasilkan di atas 36 ton gabah beras sehat. Puncak perayaan panen akan dihadiri oleh Wali Kota Blitar, Santoso.
“Seluas sekitar 6 hektare sudah dipanen, tetapi acara seremonial panen raya akan dilakukan pada tanggal 2 Juni. Hanya tinggal 1 hektare yang belum dipanen untuk acara pada hari H,” ujar Nur Rozik, Ketua Kelompok Tani Barat Makam, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Pola tanam padi sehat ini tidak hanya diterapkan di Kelurahan Klampok, tetapi juga di Kelurahan Tanjungsari dan Kelurahan Ngadirejo. Wali Kota Blitar direncanakan akan meluncurkan Beras Sehat, produk andalan petani Kota Blitar, serta menyerahkan alat dan mesin pertanian kepada para petani.

Program Pola Tanam Padi Sehat adalah hasil kolaborasi antara petani, Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian, serta Komunitas TRB Creative. Program ini dimulai dengan mengajarkan petani untuk mandiri dalam pembuatan pupuk organik padat, pupuk cair seperti NPK Cair, dan pestisida nabati untuk pengendalian hama. Semua bahan dibuat dari material organik yang ramah lingkungan.
Dengan pola tanam padi sehat, dihasilkan pula Beras Sehat, yaitu beras yang kesehatannya dapat ditelusuri. Konsumen dapat mengetahui siapa petaninya, di mana sawahnya, dan apa saja pupuk yang digunakan. “Salah satunya ada di Kelompok Tani Barat Makam Kelurahan Klampok,” ujar Rozik.
Panen raya padi sehat ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan hiburan pada Sabtu malam, 1 Juni 2024. Akan ada pemutaran film edukasi dan pertunjukan kentrung. Ratusan petani juga menyelenggarakan nonton bersama final Liga Champions Eropa antara Real Madrid dan Borussia Dortmund.


Pada Minggu pagi, anggota keluarga kelompok tani akan mengikuti jalan sehat bersama. Setelah panen raya pada Minggu pagi, juga akan ada sesi pembuatan film dokumenter Budaya Methik Padi.

Nur Rozik (kiri) bersama petani, PPL dan Dhimas Driessen (paling kanan). Foto:IST

“Adat Budaya Methik bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur bangsa Indonesia. Methik merupakan wujud syukur petani karena berhasil panen,” imbuh Rozik, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PDM Kota Blitar.

Dia menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak hanya berasal dari Kelompok Tani, tetapi juga dari partisipasi masyarakat sekitar, dinas terkait, dan komunitas TRB Creative. “Harapannya, acara adat kebudayaan seperti ini akan tetap eksis di Kota Blitar dengan kemasan yang menyesuaikan zaman. Regenerasi kita perlu menu edukasi yang lebih komplit tentang kebudayaan kita,” tandasnya.

Ketua Komunitas TRb Dhimas Driessen mengatakan pola tanam padi sehat ini adalah cara mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. TRb berperan sebagai mentor petani dalam pembuatan pupuk padat organik, pupuk NPK cair dan pengendali hama nabati. ”Dengan langkah ini, kita melestarikan bumi tanpa penggunaan racun dalam pertanian,” kata Dhimas yang juga hadir dalam panen padi sehat pada hari Rabu, 29 Mei 2024.
Panen raya ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga bukti keberhasilan metode budidaya ramah lingkungan yang diterapkan oleh petani di Kelurahan Klampok. Program Pola Tanam Padi Sehat ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengadopsi metode serupa demi keberlanjutan pertanian yang sehat dan produktif.