MALANG — Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov IX) resmi ditutup di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (5/7/2025) malam.

Kota Surabaya kembali tampil dominan dengan keluar sebagai juara umum. Sementara itu, Kota Blitar menempati peringkat ke-28 dari total peserta dengan raihan delapan medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu.

Penutupan ajang olahraga dua tahunan ini berlangsung semarak dan sarat muatan budaya lokal. Ribuan penonton memadati tribun stadion untuk menyaksikan penampilan kolosal dari para pelajar dan santri yang menggabungkan unsur seni, tradisi, dan semangat sportivitas.

Dikutip dari laman KONI Jatim, Kota Surabaya meraih total 199 medali emas, 131 perak, dan 140 perunggu dengan nilai 1.198 poin, sekaligus mengukuhkan diri sebagai pengumpul medali terbanyak. Posisi kedua ditempati Kota Malang dengan 136 emas, 127 perak, dan 117 perunggu (915 poin), disusul Kabupaten Sidoarjo di peringkat ketiga (90 emas, 87 perak, 118 perunggu, 652 poin).

Kota Blitar yang sebelumnya menargetkan masuk 20 besar harus puas berada di urutan ke-28. Sementara Kabupaten Blitar menempati peringkat ke-14 dengan torehan 19 emas, 22 perak, dan 43 perunggu.

Gelaran penutupan diawali dengan Tari Bapang Malangan yang melibatkan 3.000 pelajar SD dan SMP dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang. Tarian tradisional ini menggambarkan karakter kepahlawanan yang diangkat dari cerita rakyat Panji, serta menjadi simbol semangat perjuangan dan kekuatan karakter.

Selain itu, sebanyak 1.100 santri dari Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) turut mempersembahkan penampilan selawat dan hadrah. Alunan religi ini menambah khidmat penutupan Porprov IX yang memadukan kekuatan olahraga, budaya, dan spiritualitas dalam satu panggung bersama.

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, dalam sambutannya menyatakan bahwa Porprov tahun ini menjadi salah satu yang paling kompetitif sepanjang pelaksanaan. “Banyak rekor berhasil dipecahkan. Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki fondasi kuat dalam pembinaan atlet sejak dini,” kata Nabil seperti dilansir Kominfo Jatim.

Bupati Malang, M. Sanusi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen, panitia, serta masyarakat Kabupaten Malang yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Ia berharap Porprov membawa dampak positif terhadap perkembangan olahraga di daerah.

Adapun Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut Porprov IX bukan hanya ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga sarana membangun persatuan dan toleransi antarwilayah. “Sportivitas adalah semangat utama dalam olahraga. Di dalam gelanggang kita berkompetisi, tapi di luar arena kita menjalin persaudaraan,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Porprov IX, Jawa Timur menegaskan diri sebagai wilayah yang tidak hanya subur dalam mencetak atlet nasional, tetapi juga kaya akan warisan budaya lokal. Penyelenggaraan Porprov X pun telah dinanti sebagai kelanjutan dari semangat pembinaan dan persatuan antardaerah.***