Tim SAR gabungan akhirnya menemukan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali. Kapal feri itu terdeteksi pada jarak sekitar 3,9 kilometer dari titik awal tenggelamnya kapal, dalam kondisi terbalik dan dengan muatan yang berserakan.

__________

Penemuan penting ini terjadi pada Sabtu (12/7), tepat 10 hari setelah tragedi laut tersebut terjadi. Tim langsung menegaskan bahwa posisi kapal sesuai dengan hasil pencarian selama ini.

Selama operasi pencarian, tim berhasil menemukan 48 penumpang dan awak kapal dari total 65 orang yang terdaftar dalam manifest KMP Tunu Pratama Jaya. Rinciannya, 30 orang selamat, 15 jenazah sudah teridentifikasi, dan 3 korban lainnya masih dalam proses identifikasi melalui tes DNA oleh tim DVI.

Menhub Apresiasi Tim SAR

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan apresiasi penuh kepada seluruh tim yang terlibat. Ia menilai kerja keras tim SAR telah menunjukkan hasil yang signifikan.

“Saya mendapat laporan bahwa kapal ditemukan dalam posisi terbalik. Saya sangat mengapresiasi kerja luar biasa dari tim SAR gabungan selama 10 hari pencarian,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (13/7).

Evakuasi Bangkai Kapal Akan Dilaksanakan

Setelah menemukan lokasi kapal, tim akan fokus pada evakuasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Tim akan bekerja sama dengan KSOP Ketapang dan pemilik kapal untuk merancang metode pengangkatan yang aman dan sesuai standar. Mereka akan memperhitungkan arus deras di bawah laut Selat Bali yang bisa membahayakan penyelam.

“Proses pengangkatan harus mematuhi SOP ketat untuk menjaga keselamatan seluruh tim,” tambah Menhub.

Identifikasi Korban Gunakan Tes DNA

Tim DVI memutuskan untuk menggunakan tes DNA guna mengidentifikasi korban yang belum dikenali. Pengenalan jenazah melalui ciri fisik dan data antemortem sudah tidak memungkinkan karena kondisi jasad yang memburuk.

Sementara itu, rapat evaluasi SAR gabungan yang digelar Minggu sore (13/7) di Meeting Room ASDP Ketapang menyimpulkan sejumlah hal penting. Rapat yang dipimpin Laksamana Muda TNI (Pur) Ribut Eko Suyatno memutuskan bahwa operasi pencarian akan dialihkan dari tingkat nasional ke daerah. Proses ini tetap melibatkan semua pemangku kepentingan di lapangan.

Tim SAR masih mencari 17 orang yang belum ditemukan. Mereka berharap cuaca mendukung agar pencarian dan proses evakuasi bangkai kapal berjalan lancar.