Hengky Kurniawan (kiri) berbincang serius dengan mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat di kompleks Makam Bung Karno, 21 Juni 2024 lalu. Foto:Tangkapan Layar Instagram

BANDUNG, iNiBlitar.com – Kandidat kuat Calon Wali Kota Blitar, Hengky Kurniawan, mengungkapkan visi besarnya untuk mengubah Kota Blitar menjadi kota yang membahagiakan warganya, maju dan melayani. Dalam wawancara eksklusif, Hengky menegaskan ambisinya untuk membawa Blitar menjadi “Gerbang Dunia ” menuju Kota Blitar ekonomi Kuat 2030.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Hengky telah merancang strategi yang ia sebut “Bintang Lima”. Strategi ini mencakup lima aspek utama: peningkatan pelayanan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan daya saing Kota Blitar, percepatan pembangunan di semua bidang, dan memperkokoh nilai kesalehan berbasis agama serta kearifan lokal. “Kami akan memberikan pelayanan layaknya fasilitas hotel bintang lima untuk masyarakat,” ujar Hengky kepada iNiBlitar.com, Selasa (25/6/2024).
Hengky menekankan bahwa kunci dari strategi Bintang Lima adalah pemimpin yang menjadi pelayan dan tidak takut menghadapi tantangan. “Kota Blitar harus dibangun dengan semangat gotong royong. Semua elemen akan saya rangkul untuk kemajuan Kota Blitar,” tandasnya.
Hengky menuturkan pengalamannya dalam mempercepat sistem perizinan cepat di Bandung Barat. Hasil dari merombak sistem perizinan tersebut, nilai investasi yang masuk ke Bandung Barat pada tahun 2022 sebanyak Rp 12 triliun, sekaligus menjuarai investasi di Jawa Barat. Artinya, Kota Blitar dengan sistem perizinan mudah, cepat, dan melayani dengan baik, diharapkan akan menarik minat investor seperti yang terjadi di Bandung Barat.
Meski berencana menerapkan beberapa program dari Bandung Barat, Hengky menyadari bahwa setiap kota memiliki karakteristiknya sendiri. “Pengalaman sebagai Bupati Bandung Barat akan menjadi bekal yang bagi saya,” ungkap Hengky, yang juga merupakan alumnus SMA Negeri 2 Kota Blitar.
Selama memimpin Bandung Barat, Hengky berhasil menuntaskan berbagai persoalan utama seperti infrastruktur, kemiskinan, pendidikan, guru honorer, ketahanan pangan, dan pembangunan tiga alun-alun. Ia juga memperjuangkan upah tertinggi buruh dengan kenaikan sebesar 27 persen. “Bandung Barat lebih luas daripada Kota Blitar, tapi saya yakin kita bisa membangun industri kreatif di Blitar,” tuturnya. Kita buat event berskala nasional maupun internarional sehingga membuat ekonomi kota Blitar tumbuh.
Hengky berkomitmen untuk membangun pasar kreatif di Blitar, di mana pelaku UMKM dapat berjualan dan berinovasi. Ia juga mencontohkan berbagai kebijakan kreatif di Bandung Barat, di mana ASN diwajibkan membelanjakan minimal 5 persen dari pendapatan mereka untuk produk lokal. Sehingga ada omzet 1-2 Miliar bagi pelaku UMKM “Ini langkah konkret untuk mendukung pelaku UMKM dan mendorong ekonomi lokal,” jelasnya.
Dalam upayanya meningkatkan pelayanan publik, Hengky merencanakan pembangunan mall pelayanan publik dan command center. Di Bandung Barat, Hengky sudah membuat layanan publik dengan aplikasi bernama “Lapor Kang Hengky”. Kemungkinan besar aplikasi ini akan berubah menjadi “Lapor Mas Hengki” saat diterapkan di Kota Blitar.
“Kami ingin ASN semakin dicintai oleh masyarakat. Untuk itu, kami akan membuat kebijakan ‘Lapor Mas Hengky’, di mana ASN harus merespon dengan cepat, sehingga semakin dicintai rakyat,” ungkap Hengky, sambil menambahkan bahwa kebijakan ini berhasil meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat hingga 71 persen di Bandung Barat.
Pada akhir wawancara, Hengky menyampaikan informasi akan berkunjung ke Kota Blitar pada tanggal 28 Juni 2024. Dia ingin mengadakan talkshow dengan rekan-rekan media. “Saya terbuka untuk semua pertanyaan dan siap berdiskusi tentang bagaimana kita bisa membawa Blitar ke arah yang lebih baik,” tutup Hengky.