YOGYAKARTA, iNiBlitar.com — Yayasan Intan Mutia yang dipimpin oleh Moch Ali Yasin bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada Yogyakarta, sukses menggelar babak grand final Jenius Science Olympiad (JSO) tingkat nasional di Auditorium Fakultas MIPA UGM pada Minggu, 30 Juni 2024.

Ajang grand final tersebut diikuti oleh sekitar 1.600 talenta muda tingkat SD dan SMP/MTs sederajat dari 16 provinsi dan 76 kota/kabupaten di Indonesia. Para peserta berkompetisi di bidang Matematika, Sains, Bahasa Inggris, dan IPS.

Davi Edra Wahyu Alfian, santri Pondok Pesantren Al-Falah Jeblog-Talun dan siswa kelas VII MTSN 2 Blitar, berhasil meraih medali emas dan perak di bidang mata pelajaran Sains level 4. Davi merupakan putra Ketua Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB), Henry “Ki Demang” Sulfianto. Prestasi gemilang ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk insan pers dan pegiat sosial di Pasuruan.

Pj Bupati Pasuruan, Dr. Andriyanto, SH, MKes, menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Davi. “Kami sangat bangga dengan torehan prestasi Davi Edra Wahyu Alfian. Semoga Davi terus berprestasi dan memegang akhlaqul karimah,” ujarnya.

Senada dengan Pj Bupati, Ketua DPRD Kab. Pasuruan, HM Sudiono Fauzan, SAg, MM, menyampaikan bahwa prestasi Davi merupakan bukti bahwa santri pondok pesantren mampu berprestasi di bidang sains. “Prestasi Davi membuktikan bahwa pondok pesantren juga mencetak santri yang melek teknologi dan sains. Ini bukti nyata bahwa santri bisa menjaga tonggak NKRI dengan akhlaqul karimah,” kata Sudiono, yang akrab disapa Mas Dion.

Keberhasilan Davi dalam Jenius Science Olympiad menunjukkan bahwa pendidikan di pondok pesantren tidak hanya fokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang.