Presiden RI Ir Sukarno. Foto:SS Samudrafakta

JAKARTA, iNiBlitar.com — Jombang, Kediri, dan Blitar, ternyata menyimpan kenangan berarti bagi keluarga Presiden pertama Republik Indonesia Ir Sukarno. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Sukarno dan Fatmawati, mengkonfirmasi bahwa ayahnya menghabiskan masa kecil di Ploso, Jombang, dan Pojok, Kediri, Jawa Timur. Penegasan ini didasarkan pada cerita langsung dari Bung Karno kepada Guruh.

Dalam rekaman suara yang didengar oleh Samudra Fakta pada Senin (29/7/2024), Guruh mengungkapkan, “Kalau saya dengar dari Bapak, itu, masa kecilnya, cuma di Ploso (Jombang) sama Pojok, ya. Ndalem Pojok, Kediri. Itu saja.” Rekaman ini merupakan koleksi dari Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri dan telah diverifikasi keasliannya oleh Ketua Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, Kushartono.

“Mas Guruh sendiri yang menegaskan bahwa masa kecil Bung Karno ada di Ploso dan di Ndalem Pojok. Dan Mas Guruh sendiri mengatakan bahwa itu berdasarkan cerita dari bapaknya, dari Bung Karno sendiri kepada Mas Guruh,” ujar Kushartono dilansir Samudra Fakta, Senin (29/7/2024).

R.M. Kuswartono, SE, M.Si, Ketua Dewan Penasihat Persada Sukarno Kediri, turut menambahkan bahwa pernyataan Guruh sejalan dengan keterangan dari keluarga Ndalem Pojok. Menurutnya, nama kecil Sukarno adalah Koesno, dan ia mengalami mati suri saat bayi. Peristiwa ini memicu penggantian namanya menjadi Sukarno di Ndalem Pojok Kediri.

Dengan adanya pernyataan Guruh, fakta bahwa masa kecil Sukarno berada di Ploso dan Ndalem Pojok semakin kuat. Ini juga mendukung pendapat beberapa sejarawan yang meyakini Sukarno lahir pada tahun 1902, bukan 1901. Data dari keluarga Ndalem Pojok menyebutkan bahwa ayah Sukarno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, pindah ke Ploso pada Desember 1901 untuk mengajar di Sekolah Ongko Loro setelah dipindahtugaskan dari Surabaya oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sukarno lahir di Ploso pada 6 Juni 1902.

Dokumen catatan tangan Soekeni menyebut bahwa Kusno lahir pada tahun 1902. Data ini diperkuat oleh catatan dari Horgere Burger School (HBS) Surabaya dan Technische Hoeschool, yang sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat Sukarno menempuh pendidikan menengah dan tinggi.

Namun, Guruh belum sepakat dengan temuan data sejarah yang menyebut Sukarno lahir pada tahun 1902, kendati dia mengakui masa kecil ayahnya di Ploso. Dia tetap yakin bahwa ayahnya lahir pada tahun 1901. Keyakinan ini, menurut Guruh, didasarkan pada catatan Jepang yang menerangkan bahwa Soekarno lahir pada tahun 1901.

Guruh menyampaikan pendapatnya ini saat menerima perwakilan keluarga Ndalem Pojok, pegiat sejarah Titik Nol Soekarno, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang di kediamannya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 Juli 2024. Titik Nol Soekarno dan Dindik Jombang sepakat dengan pihak Ndalem Pojok terkait tempat dan tahun kelahiran Sukarno. Mereka bertandang ke kediaman Guruh untuk mendiskusikan temuan fakta sejarah tersebut. Namun, dalam pertemuan itu, Guruh tetap teguh pada keyakinannya bahwa ayahnya lahir pada tahun 1901.

Sebagian besar masyarakat dan sebagian sejarawan masih meyakini Sukarno lahir pada tahun 1901. Terkait tempat kelahiran, ada perbedaan pendapat: sebagian meyakini Sukarno lahir di Surabaya, sementara lainnya yakin Bung Karno lahir di Blitar, Jawa Timur.

Kontroversi mengenai tempat dan tahun kelahiran Sukarno menunjukkan betapa kompleks dan menariknya sejarah hidup Sang Proklamator. Fakta bahwa masa kecil Sukarno ternyata dihabiskan di Ploso, Jombang, dan Pojok, Kediri, memberikan warna baru dalam memahami perjalanan hidup tokoh besar ini. Sejarah terus digali dan diungkapkan, memberikan kita pemahaman yang lebih dalam tentang sosok yang telah memimpin bangsa ini menuju kemerdekaan.