Penyematan Bung Karno sebagai Begawan Politik sangat layak dan pantas. Indikasinya walaupun Bung Karno sudah tiada, tetapi sosok beliau masih tetap dikenang, dihormati, disanjung oleh rakyat Indonesia dan menjadi inspirasi anak-anak Muda Indonesia (baca: kaum muda Muhammadiyah) dalam perjuangan membangun kemajuan Indonesia.

Pemikiran sosial politik Bung Karno banyak menginspirasi bagi kaum Muda Muhammadiyah. Sosok Bung Karno merupakan salah satu sosok kader politik terhebat yang dimiliki oleh Muhammadiyah dan Bangsa Indonesia. Sehingga Bung Karno layak disebut sebagai “Begawan/Maestro Politik Muhammadiyah” termasyhur yang pernah dimiliki Muhammadiyah sepanjang masa.

Hal itu dapat dipotret dari dua hal:

Pertama, dari aspek sejarah (historis). Dalam lintasan sejarah terpotret ada hubungan (chemistry) kuat antara Bung Karno dengan Muhammadiyah. Hal itu dapat kita baca dari sumber buku “Makin Lama Makin Cinta: Setengah Abad Muhammadiyah 1912-1964, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2013).

Buku ini berisi ceramah Ir.Soekarno pada Muktamar Setengah Abad Muhammadiyah di Jakarta tahun 1962, dan khutbah iftitah dari para pimpinan Muhammadiyah pada waktu itu. Dalam buku tersebut Bung Karno banyak bercerita tentang sejarah kedekatan beliau dengan Muhammadiyah.