Teologi Al Maun inti sarinya adalah membebaskan, memerdekakan, mencerdaskan, memberdayakan, dan membangkitkan kaum lemah tak berdaya menjadi kuat, berdaya, merdeka, bebas dan bangkit baik dari segi kehidupan politik, sosial dan ekonomi sebagai masyarakat muslim yang sebenar-benarnya. Dari teologi Al Ma’un menjadikan gerakan Muhammadiyah sangat konsen dalam pemberdayaan dan pemihakan terhadap kaum musthad’afin di Indonesia.

Dari potret di atas dapat kita pahami, bahwa Bung Karno memiliki tempat spesial di hati warga Muhammadiyah. Warga Muhammadiyah sangat menghargai sosok Bung Karno karena perjuangan dan pengorbanannya untuk Indonesia. Dan hal ini membuktikan bahwa Muhammadiyah pernah memiliki dan kader politik terhebat di Indonesia dan dunia Internasional.

Dan terakhir semoga Bung Karno selalu diberikan tempat terbaik dan diampuni dosa-dosanya dan diberikan pahala atas kebaikannya. Amin..


*Direktur InSID for Research and Humanity & Ketua Umum JARNAS Marhaenis Muhammadiyah