
Bung Karno pada kunjungan ke luar negeri. Dia dikenal tokoh antipenjajahan. Foto:telesurtv.net
Edisi kali ini, Bung Karno bercerita asal usulnya kepada Cindy Adam. Dia adalah putera seorang lelaki Jawa yang menikah dengan wanita Bali. Nama ayahanda Sukarno adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo, bapak berasal dari keturunan Sultan Kediri. Sementara ibu Putera Sang Fajar bernama Ida Ayu Nyoman Rai, perempuan kasta Brahmana asal Kerajaan Singaraja, Bali. Pada kesempatan itu, Bung Karno mengaku beruntung dilahirkan di tengah keluarga kasta penguasa. Seperti apa penuturuan Bung Karno, simak selengkapnya.
Lanjutan edisi pertama. Pada waktu aku (Sukarno Red) dilahirkan, tak seorangpun yang akan mengambilku ke dalam pangkuannya, kecuali seorang kakek yang sudah terlalu amat tua. Lalu 50 tahun kemudian. Ini bukanlah lelucon sebagai bahan tertawaan. Di tahun 1949 Republik kami yang masih muda menginjak tahun keempat dari revolusi kami melawan Belanda.
Suatu perjuangan yang hebat dengan menggunakan berbagai muslihat. Pihak sana di Negeri Belanda benci kepadaku habis‐ habisan seperti mereka habis‐habisan membenci neraka. Mereka menentangku melalui radio. Dan mereka menentangku melalui pers. Sebuah majalah membuat suatu pengakuan dengan menyatakan bahwa,
“Sukarno adalah seorang yang bersemangat, dinamis dan berlainan sama sekali dengan orang Jawa yang lamban dan lambat berpikir. Sukarno dapat berbicara dalam tujuh bahasa dengan lancar. Kita hendaknya bisa melihat kenyataan dan kenyataan adalah, bahwa Sukarno sesungguhnya seorang pemimpin. “Dalam tulisan ini diuraikan segala sifat dan tanda yang baik mengenai diriku. Dengan segera aku menyadari maksud tujuannya.



Tinggalkan Balasan