Kakek dan moyangku dari pihak ibu adalah pejuang‐pejuang kemerdekaan yang gagah. Moyangku gugur dalam Perang Puputan, suatu daerah di pantai utara Bali di tempat mana terletak Kerajaan Singaraja dan di mana telah berkobar pertempuran sengit dan bersejarah melawan penjajah. Ketika moyangku menyadari, bahwa semuanya telah hilang dan tentaranya tidak dapat menaklukkan lawan, maka ia dengan sisa orang Bali yang bercita‐cita mengenakan pakaian serba putih, dari kepala sampai ke kaki.

Mereka menaiki kudanya, masing masing menghunus keris, lalu menjerbu musuh. Mereka dihancurkan. Raja Singaraja yang terakhir secara licik dikeluarkan oleh Belanda dan kerajaannya. Kekayaannya, tempat tinggal, tanah dan semua miliknya dirampas. Bersambung