Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. Foto:PDIP

JAKARTA, iNiBlitar.com — Gelombang protes mahasiswa di berbagai kampus terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan. Salah satu rekomendasi adalah revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024.

“Mencermati gejolak yang terjadi di berbagai kampus akibat kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) secara drastis,” ujar Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dikutip dari laman PDIP Jatim, Senin (27/5/2024).

Rakernas V PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, sejak Jumat (24/5) hingga Minggu (26/5) ini, menghasilkan 17 poin rekomendasi. Salah satu rekomendasi penting adalah menugaskan Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk mendesak pemerintah menurunkan biaya pendidikan tinggi melalui revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024.

“Rakernas V Partai (PDI Perjuangan) menugaskan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk mendesak pemerintah agar menurunkan mahalnya biaya Pendidikan Tinggi melalui revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024,” imbuhnya.

Gelombang Protes Mahasiswa di Berbagai Kampus

  1. Universitas Brawijaya (UB): Pada 22 Mei 2024, ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) di Malang berunjuk rasa menolak kenaikan UKT di halaman Gedung Rektorat. Aksi ini memanas hingga terjadi saling dorong saat mahasiswa berusaha masuk ke gedung untuk bertemu dengan Rektor.
  2. Universitas Sebelas Maret (UNS): Pada 13 Mei 2024, ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo juga melakukan aksi protes terkait kenaikan UKT dan IPI. Mereka menuntut peninjauan kembali kebijakan yang dianggap memberatkan mahasiswa.
  3. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed): Pada 26 April 2024, mahasiswa Unsoed menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat menolak kenaikan UKT. Peraturan Rektor yang menyebabkan kenaikan UKT pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2024 menjadi sorotan dalam demonstrasi ini.

Protes ini mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap beban finansial yang semakin berat. Respons dari PDI Perjuangan melalui Rakernas diharapkan dapat memberikan solusi untuk masalah tersebut.

Rakernas kelima PDI Perjuangan ini secara resmi ditutup pada Minggu (26/5/2024), dengan komitmen untuk memperjuangkan isu-isu yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan.