Pelaksanaan TKA SD Blitar 2026 mendapat perhatian serius. Dewan Pendidikan Kota Blitar bersama Dinas Pendidikan Kota Blitar turun langsung memantau jalannya ujian untuk memastikan proses berlangsung tertib, aman, dan sesuai prosedur.
Monitoring pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD 2026 gelombang kedua dilakukan Rabu (22/4/2026) di dua sekolah sampel, yakni SDN Pakunden 1 dan SD Turi 1. Pemantauan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelaksanaan ujian, termasuk aspek teknis, dukungan jaringan internet, hingga kondisi fasilitas sekolah.
Tim monitoring dan evaluasi (Monev) dipimpin Ketua Dewan Pendidikan Kota Blitar Damanhuri, didampingi anggota Henni Indariyati dan Habibur Rohman. Kegiatan ini juga melibatkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin sebagai bentuk sinergi dalam menjaga mutu layanan pendidikan di Kota Blitar.
Secara umum, ujian yang terbagi dalam dua sesi itu berlangsung tertib dan lancar. Namun, pada sesi pertama sempat muncul kendala teknis login, ketika sejumlah peserta yang telah masuk ke sistem mendadak keluar (logout).
“Masalah tersebut dapat segera diatasi berkat koordinasi cepat antara pengawas ruang, proktor, dan teknisi. Peserta dapat kembali melanjutkan ujian tanpa hambatan berarti,” ujar Habibur Rohman.
Selain kendala teknis, tim Monev juga menerima masukan dari pihak sekolah terkait kondisi sarana dan prasarana. Beberapa ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Kayu penyangga yang mulai rapuh serta genteng pecah menyebabkan kebocoran saat hujan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar. Karena itu, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti.
Meski demikian, pelaksanaan TKA di kedua sekolah tetap berjalan baik. Dukungan jaringan internet dinilai cukup membantu, termasuk dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika yang memadai dalam pemenuhan kebutuhan bandwidth internet ke sekolah-sekolah selama pelaksanaan TKA. Meski masih terdapat penggunaan tethering, pelaksanaan ujian tetap terkendali.
“Secara umum berjalan lancar. Dukungan internet juga cukup maksimal,” tambah Henni Indariyati.
Ke depan, Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kota Blitar diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, termasuk pembenahan fasilitas sekolah agar lebih aman dan nyaman bagi siswa.***



Tinggalkan Balasan