
BLITAR, iNiBlitar.com — Forum Puspa Peta Arum Kota Blitar gencar melakukan sosialisasi mengenai bahaya bullying pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2024. Anggota Forum Puspa Peta Arum, Joko Nurbatin, menyampaikan bahwa sosialisasi ini dilakukan untuk mengingatkan siswa dan guru akan dampak negatif bullying. Pada Senin (15/7/2024), Joko dan tim mengunjungi SMPN 7 Kota Blitar, SMAK Diponegoro, SMPN 1, dan SMP Muhammadiyah 2 Kota Blitar.
“Sosialisasi ini penting mengingat banyaknya kasus perundungan yang terjadi. Kami menyampaikan materi mengenai bahaya bullying bagi anak-anak, termasuk kepada para guru. Terkadang, guru secara tidak sengaja juga melakukan bullying. Respons dari para siswa dan guru sangat positif,” ujar Joko.
Selain itu, Joko yang juga Ketua MPKS PDM Kota Blitar, menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mencegah bullying. Ia mengingatkan agar kasus tragis seperti yang menimpa Fajar Cahyono, seorang siswa yang meninggal dunia akibat dikerjai teman-temannya, tidak terulang di lingkungan sekolah.
“Kasus bullying seperti yang dialami Fajar Cahyono di Kudus harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya mengajak orang tua, para guru, dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mencegah bullying di sekolah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Joko kepada iNiBlitar, Kamis (18/7/2024).
Selama sosialisasi, beberapa sekolah juga meminta tambahan materi terkait bahaya NARKOBA. Hal ini menunjukkan kesadaran yang semakin tinggi di kalangan sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para siswa dan guru dapat lebih memahami dan menghindari tindakan bullying. Kesadaran dan kerjasama dari semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.
Dinas P3AP2KB Kota Blittar melalui Forum Puspa Peta Arum Kota Blitar terus berkomitmen untuk memberikan edukasi dan dukungan kepada sekolah-sekolah dalam upaya mencegah bullying. Sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah konkret untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan aman bagi semua anak.
Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, sekolah-sekolah di Kota Blitar dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif terhadap bullying, sehingga kasus-kasus perundungan dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Keberhasilan sosialisasi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah.



Tinggalkan Balasan