Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebut serakah sebagai sifat yang selalu ingin mendapatkan lebih dari yang seharusnya. Tamak, rakus, tidak pernah puas. Presiden Prabowo Subianto pernah memberi istilah baru bagi penyakit lama itu: serakahnomic.

_______________

Kita pernah melihat wajahnya ketika minyak goreng langka pada 2022. Minyak bukan menguap, melainkan ditahan, ditimbun, dimainkan pasokannya. Para pedagang kecil dan ibu rumah tangga harus antre panjang demi dua liter minyak, sementara di balik layar ada yang menghitung laba. Inilah serakahnomic: krisis buatan demi keuntungan segelintir.

Kini, istilah itu menemukan babak baru. Immanuel Ebenezer, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, atau Noel, ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan. Dugaan sementara: pemerasan perusahaan lewat sertifikasi K3. Lebih mengejutkan lagi, KPK menemukan 22 kendaraan mewah di garasi Noel. Dari Nissan GT-R, BMW, hingga deretan Ducati. Daftar itu tak sejalan dengan laporan kekayaan resminya.

Di sinilah ironi mencolok: rakyat pernah antre minyak goreng, sementara pejabatnya menumpuk mobil. Garasi mewah Noel berdiri berlawanan dengan dapur rakyat yang kosong. Lonjakan harta Noel, dari Rp4,84 miliar pada 2021 menjadi Rp17,62 miliar pada 2024, adalah potret lain dari serakahnomic.

Kasus ini bukan sekadar soal individu. Noel hanyalah satu wajah dari sistem yang memberi ruang subur bagi kerakusan. Hari ini Noel, kemarin kartel minyak goreng, besok entah siapa lagi. Polanya sama: kuasa dipakai bukan untuk melayani, melainkan merampas.

Presiden berulang kali memperingatkan para menteri agar tidak bermain dengan korupsi. Namun, suara itu sering hanya bergema, dipantulkan dinding, tanpa menembus hati. Serakahnomic memang bukan sekadar musuh ekonomi. Ia musuh moral bangsa.

Selama hukum hanya mencabut rumput tapi membiarkan akar, kerakusan akan selalu tumbuh kembali dengan wajah baru. Hari ini garasi penuh mobil mewah, esok bisa berubah menjadi rekening gelap atau vila di luar negeri.

Catatan akhirnya sederhana: bangsa ini tidak akan pernah maju jika dibiarkan dikuasai oleh serakahnomic. Karena setiap garasi mewah yang berdiri di atas pemerasan berarti ada dapur rakyat yang kosong.***