Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bergerak cepat menyikapi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda. Untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memanggil “pawang hujan” alias mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau yang akrab disebut “operasi penyemaian awan”.
__________________________
Langkah proaktif ini diumumkan langsung oleh Khofifah melalui akun Instagram resminya, Jumat (5/12). Ia mengingatkan warga Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang diprediksi terjadi pada periode 30 November hingga 9 Desember 2025. “Warga Jatim yang baik, Berdasarkan Press Rilis Kewaspadaan Cuaca Extrem di Jawa Timur dari BMKG Juanda mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi… pada periode 30 November – 09 Desember 2025,” tulis Khofifah, mencantumkan setidaknya 26 kabupaten/kota yang masuk daftar waspada, termasuk Surabaya, Malang, Kediri, dan Bojonegoro.
View this post on Instagram
OMC Jadi Taktik Utama
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim bersama stakeholder terkait, seperti BPBD dan BMKG, segera mengeksekusi OMC. Operasi ini resmi dimulai pada 5 Desember 2025, sehari setelah pengumuman potensi cuaca ekstrem.
Tujuan utama dari penyemaian awan ini adalah untuk “mempercepat” jatuhnya hujan di wilayah yang dinilai aman, sehingga mengurangi intensitas hujan lebat di kawasan padat penduduk atau daerah rawan banjir.
Pada hari pertama, Jumat (5/12), telah dilaksanakan Sorte 1 penyemaian awan di wilayah Selatan Jawa Timur.
-
Bahan Semai: Digunakan Calcium Oxide (CaO) sebanyak 1.000 kg.
-
Armada: Operasi ini mengerahkan Pesawat Cessna C208/PK-SNM.
-
Kelanjutan: Kegiatan OMC dipastikan akan dilanjutkan kembali hari ini, Sabtu, 6 Desember 2025, menyasar wilayah yang sama.
Apresiasi dan Imbauan Kewaspadaan
Kepala daerah perempuan pertama di Jatim itu menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari koordinasi intensif antara BPBD dan BMKG Juanda. BMKG bertugas menganalisis pertumbuhan awan, sementara BPBD memastikan kesiapan di lapangan.
Merespons kesigapan Pemprov Jatim, sejumlah warganet membanjiri kolom komentar Instagram Khofifah dengan apresiasi. Salah satunya berbunyi, “Salut untuk kesigapan Pemprov Jatim, BPBD, dan BMKG Juanda! Pencegahan bencana adalah prioritas.”
Mengakhiri pesannya, Khofifah mengimbau masyarakat agar tidak lengah. “Mengingat sampai tanggal 9 Desember info BMKG hujan relatif merata di Jawa Timur, baik ringan, sedang sampai lebat diikuti angin sedang sampai kecang dan berpotensi longsor di beberapa tempat, mohon semua masyarakat saling waspada dan saling menjaga diri, keluarga dan masyarakat sekitar.”***



Tinggalkan Balasan