Jiwa-jiwa muda OPSHID bergerak cepat. Bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata: 96 rumah gratis dibangun serentak di 17 provinsi lewat program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubina (RSLHSFM).

__________

Sabtu (20/9), prosesi peletakan Batu Syukur digelar serentak. Doa bersama jadi awal, gotong royong jadi roh, harapan baru jadi hasil. Targetnya, semua rumah rampung dalam 30 hari. Bahkan ada daerah yang berani pasang target lebih singkat.

Dari Jombang, Ketua OPSHID Nur Aliman menegaskan semangat kebersamaan sebagai nyawa program ini. Dana pembangunan murni dari warga Shiddiqiyyah. “Membangun rumah itu membangunkan jiwa, bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk bangsa,” ujarnya.

Kebahagiaan jelas terasa. Thoyyib dan Purwaningsih, warga Jombang, lega rumah reyotnya diganti. “Sekarang tidak takut hujan lagi. Salut untuk pemuda Shiddiqiyyah,” katanya.

Di Bogor, pasangan lansia Acin dan Sanih bisa bernapas lega. Ketua OPSHID Bogor Raya, Indro Hardjodikoro, memastikan pembangunan rumah benar-benar gratis tanpa biaya material, tenaga, maupun konsumsi.

Sementara di Bekasi, pembangunan rumah bersamaan dengan santunan nasional. Seratus lebih paket sembako dan bantuan pendidikan dibagikan. “Kami ingin masyarakat mendapat solusi jangka panjang, bukan bantuan sesaat,” tegas Ketua OPSHID Bekasi, Febriyanto. Selengkapnya bisa diklik di sini.