
JAKARTA, iNiBlitar.com – Lima aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) dilaporkan melakukan kunjungan ke Israel di tengah berlangsungnya genosida yang dilakukan negara Zionis tersebut terhadap warga Palestina di jalur Gaza.
Berdasarkan foto yang dilansir laman Samudrafakta, kelima intelektual muda tersebut bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai waktu kunjungan tersebut, namun mereka dikabarkan hadir atas undangan dan sponsor dari lembaga iTrek.
iTrek, yang merupakan singkatan dari Israel Trek, adalah sebuah organisasi yang mensponsori para sarjana bisnis, hukum, kebijakan publik, dan STEM dari kampus-kampus di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Program ini bertujuan untuk melibatkan mereka dalam proses pembelajaran dan lawatan selama seminggu ke Israel. Lebih dari 1.300 pemimpin iTrek mensponsori program ini. Salah satu kegiatan programnya adalah kunjungan ke perusahaan start-up Israel.
Namun, iTrek bukan tanpa kontroversi. Komite Solidaritas Untuk Palestina dari Harvard College pernah memboikot lembaga ini karena kekejaman tentara Israel terhadap Palestina. Pada tahun 2022, alumni Universitas Georgetown AS juga membatalkan sponsorship undangan lawatan ke Israel, menganggap negara tersebut sebagai negara apartheid.



Tinggalkan Balasan