Persediaan 10.000 kondom gratis di perkampungan atlet Olimpiade Musim Dingin di Milan, Italia, habis pada Sabtu (14/2/2026), saat kompetisi masih menyisakan lebih dari sepekan. Panitia membagikannya sebagai bagian dari tradisi Olimpiade untuk mendorong hubungan yang aman di antara para atlet yang tinggal berdekatan.
___________________________
Olimpiade Musim Dingin 2026 berlangsung di Italia utara dengan Milan (Milano) dan Cortina d’Ampezzo sebagai pusat utama penyelenggaraan. Ajang yang resmi dibuka pada 6 sampai 22 Februari 2026 ini diikuti sekitar 2.800 atlet dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin diselenggarakan bersama oleh dua kota.
Pertandingan tersebar di wilayah Alpen dan Lombardy, termasuk Dolomites serta Valtellina. Milan menjadi tuan rumah olahraga es seperti hoki dan seluncur indah serta upacara pembukaan di Stadion San Siro.
Cortina d’Ampezzo menggelar ski alpine, curling, serta nomor luncur seperti bobsleigh, skeleton, dan luge. Val di Fiemme (Predazzo/Tesero) digunakan untuk ski lintas alam dan lompat ski, sedangkan Bormio menjadi lokasi ski alpine dan Livigno untuk snowboarding serta freestyle.
Permintaan Lampaui Pasokan
Penyebaran lokasi membuat penyelenggaraan menggunakan beberapa klaster kompetisi guna menjaga efisiensi transportasi atlet dan ofisial. Model tuan rumah bersama dipilih untuk memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada sekaligus menekan biaya pembangunan venue baru serta memperluas dampak ekonomi di Italia utara.
Milan kini masuk daftar tuan rumah Olimpiade yang mengalami permintaan kondom melampaui pasokan. Fenomena serupa tercatat berulang dalam berbagai edisi sebelumnya.
Juru bicara Komite Olimpiade Internasional, Mark Adams, mengatakan dalam konferensi pers Sabtu bahwa situasi itu mencerminkan suasana Hari Valentine di kamp atlet. “Sepuluh ribu telah digunakan — 2.800 atlet — Anda bisa bayangkan,” ujar Adam dikutip dari The Independent. Ia juga menyebut cerita soal kondom kerap muncul dalam setiap Olimpiade.
Atlet Sebut Stok Cepat Habis
Sejumlah atlet mengaku terkejut dengan cepatnya persediaan habis. Atlet seluncur es Meksiko, Donovan Carrillo, mengatakan ia baru mengetahui hal itu pada pagi hari dan merasa terkejut seperti yang lain.
Atlet ski alpine Madagaskar, Mialitiana Clerc, menyebut akomodasinya juga kehabisan stok. “Ada banyak kotak di pintu masuk setiap gedung tempat kami menginap dan setiap hari semuanya habis,” kata Clerc. Ia menambahkan sebagian atlet mengambilnya untuk digunakan atau sebagai suvenir bagi teman di luar Olimpiade.
Meski medali tetap menjadi ukuran utama keberhasilan, kosongnya dispenser kondom menunjukkan kehidupan sosial di perkampungan atlet tetap aktif.
Tradisi Kampanye Kesehatan
Pembagian kondom gratis telah menjadi tradisi Olimpiade sejak 1988 di Seoul sebagai upaya meningkatkan kesadaran HIV dan AIDS.
Pada Commonwealth Games 2022 di Birmingham, panitia membagikan sekitar 150.000 kondom kepada peserta. Manajer pengadaan layanan kesehatan masyarakat Dewan Kota Birmingham, Dr. Karl Beese, mengatakan pihaknya memperkirakan kebutuhan besar kontrasepsi bagi atlet dan rombongan tim.
Selama Olimpiade Tokyo 2020, IOC juga membagikan 150.000 kondom gratis, namun atlet saat itu diminta tidak menggunakannya selama pertandingan karena protokol ketat Covid-19.
Tradisi pembagian kondom tetap dipertahankan hingga kini sebagai bagian dari kampanye kesehatan bagi atlet dunia.***



Tinggalkan Balasan