Pada hari kedua, Selasa (16/7), tim I mengawasi TK Al Ghifari, SDI Kardina Massa, dan SMP Alam Al Ghifari. Tim II memantau pelaksanaan MPLS di TKN Al Hidayah Dawuhan, SDI Kota Blitar, dan SMP Bustanul Muta’alimat Dawuhan. Tim III mengunjungi TKN Karangtengah, SDI Sukorejo, dan SMP Muhammadiyah 1.

Pada hari terakhir, terdapat kendala sehingga hanya terbagi menjadi dua tim. Tim pertama mengawasi TKN Sananwetan, SDN 1 Sananwetan, dan SMPN 5. Tim kedua melakukan pengawasan ke TKN Pembina Kota, SDN 1 Pakunden, dan SMPN 9 Blitar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Blitar, Dindin Alinurdin AP, mengatakan bahwa tim pengawasan diterjunkan untuk memastikan apakah standar operasional MPLS sudah diterapkan dengan baik oleh sekolah-sekolah. “Kami ingin memastikan apakah materi Profil Pelajar Pancasila sudah disampaikan kepada siswa dan apakah sudah ada deklarasi anti-bullying,” ujarnya.

Tim pengawasan juga melakukan pengecekan langsung di sekolah-sekolah. Mereka mengonfirmasi kepada pihak sekolah mengenai pelaksanaan Deklarasi Anti-Bullying serta materi yang disampaikan selama MPLS. Tujuan dari pemantauan ini adalah memastikan bahwa kegiatan MPLS menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siswa ketika memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Dindin Alinurdin menambahkan bahwa pemantauan ini juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa baru. “Kami ingin memastikan bahwa para siswa dapat menjalani MPLS dengan baik dan merasa nyaman di lingkungan sekolah baru mereka. Kami juga ingin memastikan bahwa para siswa mendapatkan materi yang bermanfaat dan mendidik selama MPLS,” tambahnya.