Kurniasih, politisi dari Fraksi PKS, menyoroti bahwa salah satu penyebab utama kelesuan industri tekstil nasional adalah membanjirnya produk tekstil impor dengan harga jauh lebih murah. Ia mengingatkan bahwa masalah di sektor hulu industri padat karya akan berdampak signifikan pada pekerja di sektor hilir.
“Komisi IX memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, termasuk dari ancaman PHK sepihak. Setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan dampaknya dari hulu ke hilir, jangan sampai demi kemudahan impor, justru mengorbankan anak bangsa yang kehilangan pekerjaan,” tegas Kurniasih.
Menurut Kurniasih, keahlian para pekerja di industri tekstil tidak bisa dengan mudah dialihkan ke industri lain atau dijadikan wirausaha sebagai akibat PHK. “Para pekerja korban PHK masih harus menghidupi keluarganya. Tidak mudah mencari pekerjaan di industri tekstil lainnya yang juga sedang lesu, atau dipaksa menjadi wirausaha UMKM yang belum tentu memberikan pendapatan tetap,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan bahwa sektor industri yang terdampak pelemahan permintaan global masih berpotensi melakukan PHK. Permintaan global belum sepenuhnya pulih setelah pandemi Covid-19, ditambah tekanan geopolitik di Timur Tengah antara Palestina dan Israel.
“Akibatnya, pabrikan mengurangi volume produksi mereka. Dalam situasi seperti ini, kami memberikan kelonggaran dan mencari solusi yang tepat,” kata Ida dalam wawancaranya dengan Kata Data pada Kamis (13/6).



Tinggalkan Balasan