Embung Talang Abang di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, mulai menggeliat. Sumber mata air yang selama ini menjadi penopang irigasi dan kebutuhan domestik warga itu kini disiapkan menjadi destinasi ekowisata.
______________
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Almuslihun Tlogo, Blitar, memimpin gerakan revitalisasi. Mereka membersihkan area embung dari tanaman liar, merancang program reboisasi, hingga restocking bibit ikan untuk memperkaya ekosistem perairan.
“Embung ini punya segalanya: udara sejuk, pemandangan asri, cocok untuk perkemahan dan tempat melepas lelah. Kehadiran mahasiswa KKN membuat semangat kami berkobar lagi,” tegas Purwoko, Ketua Pokdarwis Karangrejo, Rabu (13/8/2025).
Mahasiswa mengusung tema KKN Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kemitraan Ekotheologi untuk Konservasi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal. Ketua Kelompok KKN, Mada Puwamahadi, memastikan program ini tidak berhenti di jangka pendek. “Kami ingin manfaatnya terasa berkelanjutan bagi masyarakat Karangrejo,” ujarnya.
Gerakan ini tak berhenti di level desa. Tim KKN dan Pokdarwis sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar untuk program penghijauan, dengan menunjuk Shufi Abdulloh sebagai penanggung jawab. Potensi ekowisata Embung Talang Abang juga sudah dipresentasikan kepada Dinas Pariwisata.
“Respons kedua dinas positif. Kami berharap komunikasi awal ini berlanjut ke dukungan nyata,” kata Mada.
Purwoko mengakui perjuangan ini masih memerlukan bantuan pihak luar. Selama ini semua dilakukan secara swadaya. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang peduli. Kalau dikerjakan bersama, ‘permata’ desa ini akan bersinar maksimal,” tegasnya.
Kini, sinergi mahasiswa dan warga Karangrejo menjadi bukti bahwa inisiatif lokal mampu membangkitkan potensi besar. Tinggal menunggu dukungan penuh pemerintah untuk membawa Embung Talang Abang ke panggung ekowisata Blitar.***



Tinggalkan Balasan